Fakultas Kedokteran Hewan UGM Vaksinasi PMK Hewan Ternak

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1656588310838_1656588327

Fakultas Kedokteran Hewan UGM Vaksinasi PMK Hewan Ternak

SIAPBELAJAR.COM - Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar vaksinasi penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) ke hewan ternak lingkungan kampus. Ada 153 dosis vaksin diberi ke sapi perah dan potong, kuda, kambing, dan domba.

Ketua Satuan Tugas PMK FKH UGM, Prof Aris Haryanto mengatakan, pemberian suntik dosis vaksin penangkal PMK untuk pertama kali dilakukan. Empat pekan lagi hewan ternak mendapatkan dosis kedua dan enam bulan kemudian mendapatkan booster PMK. "Vaksin kita dapatkan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY," kata Aris, Kamis (30/6).

Selain melaksanakan vaksinasi di lingkungan kampus, pada hari yang sama dosen dan mahasiswa FKH UGM turut membantu pelaksanaan program vaksinasi PMK di tempat lain. Di Kapanewon Cangkringan, Sleman, dan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Berkordinasi

Sampai saat ini, sudah ribuan ternak yang divaksin oleh tim FKH UGM. Yang meliputi beberapa kabupaten di tiga provinsi meliputi seluruh kabupaten/kota di DIY, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sedangkan, di Jawa Timur meliputi Kabupaten Ponorogo dan Tulungagung. Umumnya, pelaksanaan vaksinasi dilakukan kepada hewan ternak yang sehat. Namun, selama pelaksanaan tingkat kesembuhan bagi hewan yang terinfeksi PMK sekitar 95 persen.

Baca jugaPondok Pesantren, Salah Satu Sistem Pendidian Terbaik di Indonesia

Meski begitu, peternak diharuskan melapor secepatnya bila mendapatkan hewan ternaknya mengalami gejala terinfeksi PMK, sehingga mendapat penanganan dan pengobatan khusus dari dokter hewan. Sebab, tingkat kesembuhan sangat tinggi. "Meski belum divaksin dan belum terinfeksi," ujar Aris.

Ia menerangkan, adapun tanda atau gejala hewan yang terinfeksi PMK antara lain hipersalivasi atau air liur berlebihan, lesu dan nafsu makan berkurang. Maka itu , harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti agar dapat penanganan optimal.

Kasus Menurun

Di DIY, sebanyak 5.000 ternak disinyalir terinfeksi PMK. Namun, jumlah itu belum sampai satu persen dari keseluruhan populasi. Seiring vaksinasi, jumlah kasus harian menurun. Dari sebelumnya 400-an kasus setiap harinya menjadi 261 kasus. "Setelah vaksin mudah-mudahan lajunya bisa landai," katanya.

Meski saat ini vaksin yang digunakan didatangkan dari Perancis, Aris berharap, vaksin buatan dalam negeri yang tengah dikembangkan Pusvetma Surabaya segera diluncurkan. Sebab, vaksin sendiri berbasis isolat dari virus PMK Indonesia.

Biasanya, butuh penelitian panjang tapi bisa diringkas dan dipercepat agar bisa dipakai seluruh hewan yang sehat. Ia berharap, langkah tersebut mampu membentuk kekebalan kawanan, jika 70 persen hewan sehat divaksin maka virus bisa dihambat.

"Secara alamiah akan hilang. Kita pernah bebas PMK karena buatan vaksin sendiri," ujar Aris.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1664336721506_1664336799

Saintek

UGM Jadi Kampus Terbaik di Program Kreatifitas Mahasiswa 2022

SIAPBELAJAR.COM - Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi perguruan tinggi terbaik pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai peraih pendanaan dan insentif PKM terbanyak tahun 2022.Dikutip dari la
1664122207203_1664122241

Trending

Prilly Latuconsina Bakal Jadi Dosen Tamu di UGM Pekan Depan

SIAPBELAJAR.COM- Prilly Latuconsina dijadwalkan menjadi dosen tamu di Universitas Gadjah Mada (UGM) pekan depan.Artis 25 tahun itu tergabung dalam program praktisi mengajar Kementerian Pendidikan, Keb
1664164379941_1664164488

Trending

Mahasiswa UGM Ciptakan G-Ber, Robot Pendeteksi Kekeroposan Pohon

SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan prototipe alat pendeteksi kekeroposan pada pohon yang diberi nama G-Ber.Alat ini dikembangkan dengan memanfaatka
1663428764488_1663428967

Saintek

Tongkat Pintar untuk Lansia dan Penyandang Tunanetra dari UGM

SIAPBELAJAR.COM- Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan tongkat pintar bagi lansia dan penyandang tunanetra. Tongkat yang dinamai In-SWALST (IoT Based Smart Walking Stick for Real Time
1662434166035_1662434306

Trending

Meta Luncurkan Akademi Pembelajaran Virtual di Indonesia

SIAPBELAJAR.COM - Meta (Facebook) telah meluncurkan Meta Immersive Learning Academy (MILA) atau Akademi Pembelajaran Virtual.MILA adalah sebuah program edukasi yang akan memfasilitasi para kreator di