SIAPBELAJAR.COM - Tidak hanya terkenal sebagai penghasil
buah salak yang rasanya khas di lidah. Manonjaya, daerah timur Kabupaten
Tasikmalaya ini juga dikenal sebagai destinasi para calon santri untuk belajar
ilmu kepesantrenan
Di setiap ajaran barunya ribuan orang dari berbagai wilayah di Indonesia datang ke Manonjaya untuk belajar dan mondok. Salah satu pesantren yang menjadi tujuan para calon generasi insani ini adalah Pondok Pesantren Barkatul Huda di Kampung Cihanyang, Desa Pasirpanjang, Manonjaya, Tasikmalaya. Cabang ke 437 Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya Jawa Barat
Sebagaimana induknya, Barkatul Huda merupakan pesantren
tradisional yang berkembang dengan pendidikan Kitab Kuning sebagai ciri khas
ajarnya
Pesantren Barkkatul Huda didirikan oleh KH. Enjang Misbah
pada 13 Agustus 1987 beserta istrinya Hj. Elin. Dari mula pesawahan yang jauh
dari pemukiman, Barkatul Huda kini berdiri kokoh membawa keberkahan bagi
masyarakat sekelilingnya.
Model pendidikan Pesantren Barkatul Huda adalah perpaduan
tradisional dan modern. Mengaji Kitab Kuning atau kegiatan sorogan dan tafsir
merupakan kegiatan keseharian para santrinya
Pendidikan di Pesantren Barkatul Huda dibagi empat tahap.
Tingkat Ibtida merupakan fase awal santri belajar, mulai kelas satu
hingga tiga, selanjutnya tingkat Tsanawi terdiri dari kelas 1 sampai 3 dan
Tingkat Mahadul Ali dimulai kelas 1 sampai 3, dari ketiga tingkatan tersebut
pendidikannya berjenjang. Lama pendidikan dari kelas satu sampai kelas
selanjutnya adalah 6 bulan atau semester
“Setelah itu, satu tingkatan lagi yang harus ditempuh
santri di Pesantren Barkatul Huda yaitu Khodimul Ma’had. Jenjang pengabdian”
Kata Ade Yusuf (36), menantu KH. Enjang Misbah juga pengurus dan dewan guru di
sana
Pembinaan
dan Pengabdian
Pengabdian pada guru dan almamaternya merupakan sebuah
kehormatan bagi santri. Fase ini tidak hanya dilakukan saat mereka bersetatus
santri, setelah menjadi alumni pun hal tersebut tetap dilaksanakan.
Disampaikan Ade Yusuf, pengabdian mereka sama tapi beda
cara. Pengabdian santri terfokus di internal pesantren, sedangkan pengabdian
para alumni yaitu mengamalkan ilmu di lingkungan tempat mereka berada
Begitupun Tanggungjawab lembaga, diungkapkan Kang Ade
(panggilan akrab penulis ke Ade Yusuf), Pendidikan dan pembinaan terus
dilaksanakan walaupun para santri sudah berada di luar pondok. Kesibukan para
alumni tidak membuat keduanya putus, ada waktu-waktu yang sudah terjadwal dimana
mereka harus berkumpul, bersilaturahmi sekaligus belajar.
“Melalui wadah silaturahmi di Himpunan Alumni Barkatul
Huda (HABARDA) kita senantiasa terus berkomunikasi, saling menasehati,
memperhatikan satu sama lainnya, dan tentunya bimbingan dari lembaga tidak
putus” kata Kang Ade
Alumni Pesantren Barkatul Huda kini sudah mencapai 8000 orang lebih, mereka tersebar di berbagai pelosok negeri ini bahkan dari luar negeri, profesi mereka pun berbeda-beda dari seorang ulama, pendidik, pengusaha, mahasiswa dan lainnya. Dari sekian banyak alumni, 124 sudah mempunyai pesantren dan 300 orang sebagai pengelola majelis taklim.
Trending
Trending
Saintek
Saintek
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib