SIAPBELAJAR.COM - Dilansir dari laman https//:kurikulum.kemdikbud.go.id, salah satu cikal bakal lahirnya Kurikulum Merdeka Belajar yang saat ini sudah mulai diterapkan adalah keputusan Menteri Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, saat dan setelah pandemi Covid-19
Kurikulum Merdeka
Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan,
pengertian kurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yang
mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di sini, para pelajar (baik siswa
maupun mahasiswa) dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai
dengan bakat dan minatnya.
Kurikulum atau program Merdeka Belajar ini
diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim sebagai bentuk dari tindak evaluasi perbaikan
Kurikulum 2013.
Sebelumnya, kurikulum ini juga disebut sebagai
Kurikulum Prototipe yang merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah
untuk mencetak generasi penerus yang lebih kompeten dalam berbagai bidang. Kurikulum
Prototipe adalah bentuk sederhana dari Kurikulum 2013 dengan sistem
pembelajaran berbasis pada proyek tertentu (Project Based Learning).
Dimulai sejak tahun 2020 pada masa pandemi COVID-19, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar atau Kurikulum Prototipe ini telah diujicobakan pada setidaknya 2500 sekolah penggerak dan juga SMK Pusat Keunggulan yang ada di Indonesia.
Hasilnya, sekolah-sekolah yang telah menerapkan
kurikulum ini terbukti empat sampai lima bulan lebih maju dibanding sekolah
lain yang masih menggunakan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013.
Dengan begitu, pemerintah pun berupaya mengembangkan
kurikulum ini secara lebih lanjut demi penyesuaian strategi belajar di masa
pandemi COVID-19. Peluncuran kurikulum merdeka juga diiringin dengan peluncuran
patform Merdeka Belajar sebagai dukungannya.
Platform Merdeka
Mengajar merupakan platform edukasi yang dapat menjadi teman
penggerak untuk guru dan kepala sekolah yang mesti diunduh terlebih dahulu
melalui gawai Android. Platform ini menjadi langkah lanjutan dari
upaya transformasi pendidikan berbasis digital di Indonesia, serta disediakan
untuk menjadi teman penggerak bagi guru dalam mengajar, belajar, dan berkarya.
Perbedaan
PAUD/TK
Kurikulum Merdeka Belajar di tingkat PAUD/TK maknanya adalah merdeka untuk bermain.
Dengan begitu, penerapan Kurikulum Merdeka di tingkat PAUD/TK adalah dengan mengajak anak bermain sambil belajar, tidak terlalu berbeda dengan kurikulum sebelumnya.
Sementara itu, di tingkat SD, ada beberapa perbedaan dalam hal mata pelajaran
(mapel) pada penerapan Kurikulum Merdeka. Di antaranya adalah penggabungan
mapel IPA dan IPS menjadi satu (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), serta
menjadikan Bahasa Inggris yang sebelumnya merupakan mapel muatan lokal (mulok)
sebagai mapel pilihan.
Sekolah Menengah Pertama
Hampir sama dengan tingkat SD, Panduan Kurikulum Merdeka Belajar di tingkat SMP juga terdapat perubahan status beberapa mapel. Misalnya, mapel Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) menjadi mapel wajib.
Pada kurikulum sebelumnya, mapel ini hanya sebagai pilihan. Maka, kelak di
semua jenjang SMP, wajib memiliki mapel Informatika.
Sekolah Menengah Aatas/ Sederajat
Untuk tingkat SMA, seperti yang telah disinggung di
awal, penggunaan Kurikulum Merdeka memungkinkan para siswa tidak akan lagi
dibeda-bedakan dengan berbagai peminatan, seperti IPA, IPS, maupun Bahasa.
Sementara itu, di tingkat SMK, model pembelajaran
akan dibuat menjadi lebih sederhana, yaitu 70 persen mapel kejuruan dan 30
persen mapel umum.
Selain itu, pada akhir masa pendidikannya kelak,
para siswa dituntut untuk menyelesaikan suatu esai ilmiah sebagaimana para
mahasiswa yang harus menyelesaikan tugas akhir atau skripsi saat akan lulus
studi. Hal ini demi mengasah kemampuan para siswa untuk dapat berpikir kritis,
ilmiah, dan analitis.
Perguruan Tinggi
Kurikulum Merdeka Belajar Perguruan Tinggi terwujud dalam Program Kampus Merdeka. Pelaksanaannya pun memiliki beberapa perbedaan dengan penerapan kurikulum sebelumnya.
Dalam Program Kampus Merdeka, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempelajari
sesuatu di luar program studi yang ditempuhnya.
Hal ini bisa dilakukan melalui beberapa cara,
seperti praktik kerja (magang), pertukaran mahasiswa, penelitian, proyek
independen, wirausaha, menjadi asisten pengajar, juga Kuliah Kerja Nyata (KKN)
tematik untuk membangun desa.
Kelebihan dan Kekurangan
Dalam setiap penerapan kebijakan, tentu ada
kelebihan dan kekurangan yang senantiasa mengiringi. Demikian halnya dengan
penerapan Kurikulum Merdeka pada berbagai tingkat satuan pendidikan.
Kelebihan yang paling mencolok dari penerapan
kurikulum ini adalah adanya proyek tertentu yang harus dilakukan oleh para
peserta didik sehingga dapat membuat mereka menjadi lebih aktif dalam upaya
mengeksplorasi diri. Selain itu, kurikulum ini juga lebih interaktif dan
relevan mengikuti perkembangan zaman.
Meski begitu, penerapan Kurikulum Merdeka tak lepas dari berbagai kekurangan. Misalnya, persiapan penggunaan kurikulum ini dinilai masih belum matang. Hal ini terlihat dari masih kurangnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan kurikulum ini.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib