SIAPBELAJAR.COM- Hari Raya Idul Adha diwarnai dengan drama penyembelihan hewan kurban. Salah satunya adalah detik-detik sapi mengeluarkan air mata sebelum disembelih.
Sebuah video yang memperlihat seekor sapi menitikan air mata beredar luas di sosial media. Hal ini mendapatkan ragam respon. Dan komentar neitzen pun yang memnberikan rasa simpati terhadap hewan kurban itu pun tak terelakan membanjiri jagat maya.
Lantas benarkah sapi yang "menangis" tanda emosi atau sedih saat akan disembelih?
Penjelasan dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Slamet Raharjo menjelaskan, air mata pada sapi yang akan disembelih tidak ada kaitannya dengan air mata kesedihan.
Menurut Slamet, air mata itu bisa berasal dari proses pengiriman sapi dari penjual ke pembeli, atau dari pembeli ke lokasi penyembelihan menggunakan kendaraan.
Baca juga: Astra Serahkan Ribuan Hewan Kurban ke 34 Provinsi Jelang Idul Adha 1443 Hijriah
"Air mata pada sapi qurban biasanya akibat saat transportasi terpapar asap, debu, dan lain-lain." Itu respon fisiologis, pertahanan tubuh untuk membuang benda-benda halus yang menempel pada mata," jelas Slamet kepada Kompas.com, Sabtu (9/7/2022).
Sebaliknya, sapi yang tidak dikirimkan menggunakan transportasi, biasanya tidak akan mengeluarkan air mata.
Apakah sapi bisa sedih?
Sebelum disembelih, apakah sapi bisa merasakan emosi dan menunjukkannya dalam bentuk "menangis"?
Terkait hal itu, Slamet menjawab bahwa anggapan sapi menangis karena sedih atau tahu akan disembelih adalah tidak benar.
"Secara psikologis tidak ada.
Sapi kalau secara psikologis terancam justru jadi beringas, bukan menangis," ujar dia. Karena itu menurutnya tidak benar jika ada yang menganggap sapi menangis, karena sedih akan disembelih.
Menurut Slamet, menangis pada hewan yang merupakan ekspresi dari kondisi psikologisnya hanya bisa ditemukan pada hewan-hewan primata, seperti kera, monyet, atau orangutan.
"Beberapa hewan seperti primata dikenal psikologis menangis, tapi pada sapi tidak dikenal psikologis menangis, bahkan ketika misal tubuhnya kesakitan pun tidak ada tanda-tanda menangis seperti pada primata," jelas Slamet.
Religi
Religi
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib