SIAPBELAJAR.COM - Banjir bandang yang merendam sejumlah wilayah Kabupaten Garut
pada malam Jumat kemarin (15/7), kini
tinggal menyisahkan duka dan kerugian
Puluhan rumah dan lahan pertanian serta sarana umum terendam termasuk beberapa bangunan sekolah mengalami kerusakan.
Sarana dan Fasilitas
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Garut, Ade Manadin mengatakan, ada beberapa bangunan sekolah yang terdampak
banjir, di antaranya SDN 1 dan SMPN 2 Sukaratu di Kecamatan Banyuresmi, kemudian SD IT dan SMP IT Al-Ihtihad di
Kec. Cikajang, dan SLB CYKB di Kec. Tarogong Kidul juga terdampak banjir.
"Memang sejak semalam kami terus
pantau kondisi sekolah di semua kecamatan. Karena kami juga merasa khawatir
dengan curah hujan yang sangat tinggi dengan durasi cukup lama," kata Ade
Manadin di sela monitoring di Kecamatan Banyuresmi, Sabtu 16 Juli 2022.
Ia menjelaskan, di SDN 1 Sukaratu
terdapat 8 ruang kelas dan 1 Ruang Guru dan Kepala Sekolah terendam
banjir.
"Barang-barang milik sekolah
seperti TIK, buku, dokumen lainnya hancur tidak tersisa terbawa banjir. Untung
masih ada 4 kelas di lantai 2 yang aman, artinya masih utuh" ujarnya.
Sehingga, kata Ade Manadin, kegiatan
belajar mengajar (KBM) di tahun ajaran baru ini tetap bisa dilaksanakan dengan
cara dibagi dua shif.
Sedangkan bangunan SMPN 2 Banyuresmi
sebanyak 8 ruang kelas terkena dampak banjir. Air disertai lumpur masuk ke ruangan setinggi 2 meter membawa berbagai
macam benda dan lumpur yang cukup tebal.
"Alhamdulillah para guru dibantu masyarakat ikut membersihkan lumpur yang berada di dalam ruangan kelas dan kantor. Luapan air juga akibat benteng dibelakang bangunan sekolah jebol" ucapnya.
Ade menyebutkan, pada banjir bandang
Sungai Cimanuk September tahun 2016 silam, SDN 1 Sukaratu ini sama terdampak
karena memang lokasinya tak jauh dari Sungai Cimanuk.
"Untuk penanganan jangka pendek
kita mengusulkan perbaikan benteng dan pagar yang jebol. Dan ketersediaan buku
baca siswa harus terpenuhi kembali sambil kita mencari solusi untuk jangka
panjang,” katanya
“Kami masih terus memantau
laporan dari lapangan karena tanda-tanda cuaca masih akan terjadi hujan
lagi," tambah Ade.
Dia juga mengimbau kepada para sekolah dan guru agar selalu waspada, bencana bukan hanya banjir saja tetapi juga longsor.
Trending
Trending
Seniraga
Share and Care
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib