Dampak Banjir Garut, Sejumlah Fasilitas Sekolah Rusak

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1658023063328_1658023261

Sejumlah relawan sedang membantu warga terdampak banjir di Garut

SIAPBELAJAR.COM - Banjir bandang yang merendam sejumlah wilayah Kabupaten Garut pada malam Jumat kemarin  (15/7), kini tinggal menyisahkan duka dan kerugian

Puluhan rumah dan lahan pertanian serta sarana umum terendam termasuk beberapa bangunan sekolah mengalami kerusakan.

Sarana dan Fasilitas

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin mengatakan, ada beberapa bangunan sekolah yang terdampak banjir, di antaranya SDN 1 dan SMPN 2 Sukaratu di Kecamatan Banyuresmi, kemudian SD IT dan SMP IT Al-Ihtihad di Kec. Cikajang, dan SLB CYKB di Kec. Tarogong Kidul juga terdampak banjir.

"Memang sejak semalam kami terus pantau kondisi sekolah di semua kecamatan. Karena kami juga merasa khawatir dengan curah hujan yang sangat tinggi dengan durasi cukup lama," kata Ade Manadin di sela monitoring di Kecamatan Banyuresmi, Sabtu 16 Juli 2022.

Ia menjelaskan, di SDN 1 Sukaratu terdapat 8 ruang kelas dan 1 Ruang Guru dan Kepala Sekolah terendam banjir.

"Barang-barang milik sekolah seperti TIK, buku, dokumen lainnya hancur tidak tersisa terbawa banjir. Untung masih ada 4 kelas di lantai 2 yang aman, artinya masih utuh" ujarnya.

Sehingga, kata Ade Manadin, kegiatan belajar mengajar (KBM) di tahun ajaran baru ini tetap bisa dilaksanakan dengan cara dibagi dua shif.

Sedangkan bangunan SMPN 2 Banyuresmi sebanyak 8 ruang kelas terkena dampak banjir. Air disertai lumpur masuk ke ruangan setinggi 2 meter membawa berbagai macam benda dan lumpur yang cukup tebal.

"Alhamdulillah para guru dibantu masyarakat ikut membersihkan lumpur yang berada di dalam ruangan kelas dan kantor. Luapan air juga akibat benteng dibelakang bangunan sekolah jebol" ucapnya.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Garut pada Jumat Malam

Ade menyebutkan, pada banjir bandang Sungai Cimanuk September tahun 2016 silam, SDN 1 Sukaratu ini sama terdampak karena memang lokasinya tak jauh dari Sungai Cimanuk.

"Untuk penanganan jangka pendek kita mengusulkan perbaikan benteng dan pagar yang jebol. Dan ketersediaan buku baca siswa harus terpenuhi kembali sambil kita mencari solusi untuk jangka panjang,” katanya

“Kami masih terus memantau laporan dari lapangan karena tanda-tanda cuaca masih akan terjadi hujan lagi," tambah Ade.

Dia juga mengimbau kepada para sekolah dan guru agar selalu waspada, bencana bukan hanya banjir saja tetapi juga longsor.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1677502517094_1677502775

Trending

Kasus Difteri Menyerang Garut

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Kesehatan menetapkan kasus difteri berstatus kejadian Luar biasa (KLB), Dalam rentang 6-19 Februari 2023 lalu, sebanyak tujuh anak meninggal dunia terinfeksi virus difter
1674430127382_1674430116

Trending

Proyek Tol Getaci Bikin Tegang, Warga Tasikmalaya Minta Penambahan Pintu Tol

SIAPBELAJAR.COM – Rencana proyek pembangunan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau tol Getaci, baru-baru ini ramai dengan adanya ketegangan warga Kabupaten Tasikmalaya untuk menambah pintu tol di wi
1662953392981_1662953476

Seniraga

Bupati Garut Buka Festival Olahraga Tradisional

SIAPBELAJAR.COM - Bupati Garut Rudy Gunawan membuka secara resmi Festival Olahraga Tradisional dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-39 Tahun 2022 yang digagas oleh Komite Olahraga dan Rekr
1659580142033_1659580163

Share and Care

Bupati Garut Kukuhkan Ketua DPC LPM Kecamatan se-Kabupaten Garut

SIAPBELAJAR.COM - Bupati Garut Rudy Gunawan mengukuhkan Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kecamatan se-Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bank BJ
1658023063328_1658023261

Trending

Dampak Banjir Garut, Sejumlah Fasilitas Sekolah Rusak

SIAPBELAJAR.COM - Banjir bandang yang merendam sejumlah wilayah Kabupaten Garut pada malam Jumat kemarin  (15/7), kini tinggal menyisahkan duka dan kerugianPuluhan rumah dan lahan pertanian ser