SIAPBELAJAR.COM - Otak adalah organ vital dan kompleks yang
dilindungi oleh tengkorak dan selaput otak (meninges). Organ ini terdiri dari
sejumlah jaringan dan miliaran sel saraf pendukung serta terhubung dengan
sumsum tulang belakang. Bersama dengan sumsum tulang belakang dan saraf, otak
menjadi pusat perintah dan sistem saraf manusia.
Sebagai bagian dari sistem saraf, otak memiliki banyak fungsi
penting. Organ ini mengontrol semua yang terjadi di tubuh, seperti pikiran,
ingatan, ucapan, perasaan, penglihatan, pendengaran, gerakan lengan dan kaki,
serta fungsi organ di dalam tubuh lainnya, termasuk detak jantung dan
pernapasan.
Dibalik itu ternyata otak memiliki beberapa keunikan, seperti
dalam webinar yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga
(Unair) dengan tema Braind Friendly
Learning bersama Dr. dr. Hermanto Tri Joewono SP OG (K) pada Selasa
(19/7/2022).
Baca Juga: Sistem Pembelajaran di Banten Akan Terapkan Konsep Metaverse
Kegiatan diawali dengan pengenalan tentang Brain Friendly
Learning, yang dapat dipahami sebagai kerja otak dalam hal pembelajaran dan
pendidikan.
Dilanjutkan dengan tujuh hal unik mengenai kinerja otak.
1. Kapasitas otak manusia tidak terbatas
Menurut Hermanto, otak manusia memiliki kapasitas memori yang
tidak terbatas selama individu dapat memanfaatkannya dengan baik.
2. Setiap otak adalah unik
Hal ini lantaran setiap individu memiliki genetik dan
pengalaman yang variatif sehingga setiap otak memiliki karakteristik yang tidak
akan sama antara satu dengan lainnya.
Hermanto mengaku,
kerja otak ini sama halnya dengan cara belajar dan menyerap ilmu tiap orang
yang berbeda.
"Mestinya metode pengajaran pada setiap orang itu
berbeda-beda. Saya mengusulkan adanya adaptif personalized curriculum. Jadi
kurikulum itu tidak hanya satu metode untuk semua jenis mahasiswa," ucap
dia melansir laman Unair, Rabu (20/7/2022).
3. Visualisasi
Ada korelasi antara sensori dan motoric dalam tubuh yang
saling berkaitan.
4. Burnout atau kondisi stress atau kelelahan
Dia menyebut, burnout turut memengaruhi kinerja dalam bekerja
yang menjadi tidak maksimal.
"Kalau terlalu lama bekerja akan menimbulkan dampak
kurang baik. Termasuk dalam hal ketika mengambil keputusan, dan apabila
keputusan tersebut dijalankan akan turut membahayakan pasien," ungkapnya.
Baca Juga: Benarkah Ikan Oarfish Dapat Mendeteksi Gempa Bumi?
5. Mereproduksi emosi
Adanya bagian otak yang disebut amigdala akan bekerja atau
bertindak reflek ketika diri dalam keadaan terancam.
6. Negative feedback
Pengaruh negative feedback. Dia menjelaskan, feedback tidak
selalu positif, tapi setiap dari feedback negatif akan dirupakan positif.
7. Active participation
Digambarkan dalam hal belajar mengajar di kelas yang
mana peserta harus lebih aktif daripada dosen. Peserta yang harus lebih aktif
menggali materi dan menginstruksikannya sendiri agar semakin paham.
"Peran dosen hanya membantu saja. Bukan yang mengisi
gelas kosong atau memindahkan isi dari buku ke otak peserta atau
mahasiswa," tutur Hermanto.
Terakhir, dia menyelipkan pesan agar peserta mengurangi kegiatan yang bertentangan dengan cara otak bekerja.
Share and Care
Trending
Trending
Keluarga
Keluarga
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib