SIAPBELAJAR.COM - Fenomena gelombang panas melanda sejumlah
negara di Eropa dalam beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, gelombang panas di
Eropa dilaporkan telah menelan banyak korban jiwa. Ribuan orang di Eropa
meninggal akibat gelombang panas yang diprediksi masih akan terjadi dalam
beberapa waktu ke depan.
Menurut World Meteorological Organization (WMO), yang dijelaskan oleh Guswanto, gelombang panas atau populer dikenal dengan 'heatwave' merupakan
fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih
secara berturut-turut. Di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu
maksimum rata-rata hingga 5 derajat celsius atau lebih.
“Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah
lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh
kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah," ungkapnya.
Baca Juga: Jepang Dilanda Gelombang Panas, Terparah dalam 150 Tahun Terakhir
Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan
bahwa Indonesia tidak akan mengalami gelombang panas seperti di Eropa.
Indonesia hanya mengalami suhu panas yang tinggi kisaran 34 hingg 36 derajat
celcius pada siang hari.
"Di Indonesia tidak ada fenomena gelombang panas, suhu
panas terik di wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 34-36 C terjadi pada
siang hari," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto melalui pesan
singkatnya, Sabtu (23/7/2022).
Cuaca ekstrem sangat dipengaruhi oleh kondisi dinamika
atmosfer tertentu di suatu wilayah. Oleh karenanya, cuaca ekstrem di suatu
wilayah berbeda-beda. perubahan kondisi dinamika atmosfer juga dapat tergantung
pada bagaimana perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri.
Baca Juga: Dampak Cuaca Panas bagi Kesehatan Tubuh
Yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena kondisi
suhu panas atau terik dalam skala varibilitas harian.
Saat musim kemarau, tingkat pertumbuhan awan dan terjadinya
hujan relatif berkurang. Dan Kondisi cuaca cerah juga cukup mendominasi pada
pagi hingga menjelang siang.
Dominasi cuaca cerah dan tingkat perawanan rendah tersebut
dapat mengoptimalkan penerimaan sinar Matahari di permukaan Bumi. Sehingga menyebabkan
kenaikan suhu yang disebabkan terik matahari.
Fenomena suhu panas lebih disebabkan oleh pengaruh posisi
matahari dan kondisi tutupan awan yang sangat kurang pada saat siang hari.
Kedua hal ini yang menjadi faktor utama penyebab kondisi suhu panas di wilayah Indonesia.
Trending
Share and Care
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib