Mungkinkah Indonesia Alami Gelombang Panas?

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
Orange Adventure Cycling Holiday Vlog YouTube Thumbnail (1)_1658625598

Salah satu sudut kota di Eropa. Ribuan orang di Eropa meninggal akibat gelombang panas

SIAPBELAJAR.COM - Fenomena gelombang panas melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, gelombang panas di Eropa dilaporkan telah menelan banyak korban jiwa. Ribuan orang di Eropa meninggal akibat gelombang panas yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut World Meteorological Organization (WMO), yang dijelaskan oleh Guswanto, gelombang panas atau populer dikenal dengan 'heatwave' merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut. Di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat celsius atau lebih.

“Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah," ungkapnya.

Baca Juga: Jepang Dilanda Gelombang Panas, Terparah dalam 150 Tahun Terakhir 

Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Indonesia tidak akan mengalami gelombang panas seperti di Eropa. Indonesia hanya mengalami suhu panas yang tinggi kisaran 34 hingg 36 derajat celcius pada siang hari.

"Di Indonesia tidak ada fenomena gelombang panas, suhu panas terik di wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 34-36 C terjadi pada siang hari," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto melalui pesan singkatnya, Sabtu (23/7/2022).

Cuaca ekstrem sangat dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer tertentu di suatu wilayah. Oleh karenanya, cuaca ekstrem di suatu wilayah berbeda-beda. perubahan kondisi dinamika atmosfer juga dapat tergantung pada bagaimana perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri.

Baca Juga: Dampak Cuaca Panas bagi Kesehatan Tubuh 

Yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala varibilitas harian.

Saat musim kemarau, tingkat pertumbuhan awan dan terjadinya hujan relatif berkurang. Dan Kondisi cuaca cerah juga cukup mendominasi pada pagi hingga menjelang siang.

Dominasi cuaca cerah dan tingkat perawanan rendah tersebut dapat mengoptimalkan penerimaan sinar Matahari di permukaan Bumi. Sehingga menyebabkan kenaikan suhu yang disebabkan terik matahari.

Fenomena suhu panas lebih disebabkan oleh pengaruh posisi matahari dan kondisi tutupan awan yang sangat kurang pada saat siang hari.

Kedua hal ini yang menjadi faktor utama penyebab kondisi suhu panas di wilayah Indonesia.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1772528203688_1772528261

Trending

BMKG Terbitkan Peringatan Dini: Cuaca Ekstrem Mengancam hingga Pertengahan Maret

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia selama periode awal Ma
1690423723679_1690423259

Share and Care

Cuaca Di Bandung

Mediana.id - Bandung adalah kota terbesar di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terkenal dengan julukan "Kota Kembang" karena banyaknya bunga yang tumbuh di sana. Bandung juga dikenal sebagai ko
1687216213806_1687216222

Trending

Gempa M 4,6 Guncang Mojokerto BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Mediana.id - Gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,6 mengguncang Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (19/6/2023) pukul 20:44 WIB. Gempa ini berlokasi di darat pada jarak 10 kilometer timur laut Kab
1686159463296_1686159474

Trending

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Pacitan, Terasa Hingga Jogja dan Solo

Mediana.id - Pacitan - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis (8/6/2023) dini hari. Gempa terjadi sekitar pukul 00.04 WIB dan tidak berpotensi tsunami
1668862645724_1668862669

Trending

BMKG Tabur 29 Ton Garam Cegah Hujan Selama G20

SIAPBELAJAR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan BRIN, TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian PUPR melaksanakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC