SIAPBELAJAR.COM - Inggris membayar harga tertinggi dalam catatan listrik di London pada pekan lalu, karena ibu kota nyaris menghindari pemadaman listrik.
National Grid
membayar sebesar £9.724 atau sekitar Rp 175 ribu per megawatt jam, lebih dari
5.000% dari harga biasanya ke Belgia untuk mencegah London Tenggara
kehilangan daya.
Hari-hari terpanas di
Inggris telah menyebabkan kendala sistem tenaga di tengah
permintaan yang tinggi.
Petugas Pemadam Kebakaran London melaporkan hari tersibuknya sejak Perang Dunia Kedua, karena ratusan kebakaran di seluruh kota membebani layanan darurat kota dengan hanya tiga mobil pemadam kebakaran yang tersisa di satu tahap.
Faktor Penyebab
Meningkatnya permintaan
energi di seluruh Eropa, dikombinasikan dengan kemacetan di jaringan yang memaksa
Operator Sistem Listrik atau Electricity
System Operator (ESO) National Grid
untuk membeli listrik dari Belgia dengan harga tertinggi yang pernah dibayarkan
Inggris untuk menjaga aliran listrik.
Faktor-faktor lain,
termasuk pemadaman pemeliharaan yang direncanakan dari saluran udara dan badai
di Belgia berdampak pada tenaga surya, menempatkan sistem di bawah tekanan
yang parah.
Ketergantungan Impor Listrik
Sementara jumlah yang
dibeli pada jumlah rekor minimal dilaporkan cukup untuk memasok delapan rumah
selama setahun. Hal itu telah mengekspos ketergantungan Inggris pada impor
listrik dari interkonektor luar negeri, khususnya Prancis, Belgia dan Belanda.
Seorang juru bicara di National Grid ESO mengatakan bahwa
sementara pembangkit lain tersedia pada hari Rabu, pemadaman listrik selama
periode musim panas berarti diperlukan sirkuit (jalan arus listrik) khusus
untuk mendapatkan listrik ke tempat yang tepat.
“Kami menawar di pasar
yang ketat dan harga pasar sedang tinggi hari itu karena Eropa juga
menginginkan energi (listrik)” katanya.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib