Gelombang Serangan Monyet di Jepang

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1658802350975_1658802374

Monyet Jepang yang Menyerang Penduduk Setempat

SIAPBELAJAR.COM - Polisi Jepang beralih ke senjata penenang dalam upaya untuk membendung gelombang serangan monyet liar yang telah meneror penduduk.

Dalam beberapa pekan terakhir sebanyak 42 orang telah dilaporkan terluka di kota Yamaguchi, termasuk anak-anak dan orang tua.

Serangan itu dilaporkan dilakukan oleh monyet Jepang. Monyet biasanya menjadi pemandangan yang umum di sebagian besar negara, namun terjadinya insiden seperti ini bukanlah hal yang biasa.

“Jarang melihat serangan sebanyak ini dalam waktu singkat. Awalnya hanya anak-anak dan wanita yang diserang, namun baru-baru ini orang tua dan pria dewasa juga menjadi sasaran” kata seorang Pejabat Kota.

Gagal Menangkap

Upaya untuk menangkap hewan dengan jebakan berakhir dengan kegagalan dan patroli polisi yang dilaksanakan sejak serangan pertama pada awal Juli gagal mencegah para pelakunya.

Pihak berwenang juga tidak yakin apakah serangan itu dilakukan oleh satu atau beberapa monyet nakal.

Cedera yang Dialami Korban dan Serangan Monyet

Cedera yang dialami oleh korban bervariasi, dengan media lokal melaporkan bahwa korban telah menerima luka seperti goresan, kaki dan tangan yang digigit, hingga leher dan perut yang digigit.

Cerita lain termasuk seorang gadis berusia empat tahun yang mengalami luka goresan ketika monyet masuk ke apartemen, sementara dalam contoh lain seekor monyet menerobos ruang kelas taman kanak-kanak.

Beberapa penduduk telah melaporkan beberapa serangan di rumah mereka ketika monyet mendapatkan akses dengan menggeser pintu layar/screen door atau masuk melalui jendela yang terbuka.

"Saya mendengar tangisan datang dari lantai dasar, jadi saya bergegas turun. Lalu saya melihat seekor monyet membungkuk di atas anak saya " kata seorang ayah kepada pers Jepang.

Memicu Konflik

Jumlah monyet Jepang baru-baru ini mengalami peningkatan. Saat ini mereka terdaftar oleh International Union for Conservation of Nature sebagai spesies "Least Concern".

Menurut penelitian dari Universitas Yamagata, peningkatan jumlah spesies mereka telah memicu konflik serius antara manusia dan monyet.

Penurunan jarak antara manusia dan monyet disalahkan oleh penelitian ini. Pergeseran sikap budaya terhadap monyet, perubahan perilaku manusia dan perubahan lingkungan hutan dikatakan merupakan alasan yang memungkinkan terjadinya konflik antara manusia dan spesies hewan ini.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776087034860_1776087060

Ekonomi

Tenaga Kerja di Jepang Terancam Digantikan Robot

Jakarta – Jepang tengah menghadapi krisis demografi serius yang tidak hanya berdampak pada penurunan angka kelahiran, tetapi juga menggerus jumlah tenaga kerja produktif. Fenomena yang kerap disebut
1691650308754_1691650318

Trending

Topan Khanun Hantam Jepang dan Korea Selatan, Ribuan Orang Mengungsi

Mediana.id - Topan Khanun, badai tropis yang telah menewaskan dua orang di Jepang selatan pekan lalu, kembali menghantam wilayah tersebut pada Rabu (9/8/2023) sebelum bergerak ke arah Korea Selatan. B
1687837436269_1687837443

Trending

Yuk Ketahui Virus Oz yang Menelan Korban Jiwa Pertama di Jepang

Mediana.id - Virus Oz telah menewaskan seorang wanita berusia 70 tahun di Prefektur Ibaraki, Jepang, pada Jumat (23/6/2023). Ini adalah kasus kematian pertama di dunia akibat virus Oz.Menurut kementri
1679554586526_1679554445

Saintek

Rencana Ambisius Jepang untuk Menyambut 400.000 Siswa Internasional pada Tahun 2033

SIAPBELAJAR.COM - Jepang berencana untuk menampung 400.000 siswa internasional pada tahun 2033 serta memikat mereka untuk tinggal dan bekerja di negara tersebut setelah lulus. Media lokal melaporka
1667268441104_1667268494

Ekonomi

Indonesia Gandeng Jepang Bangun Informasi Bidang Ketenagakerjaan

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana mengadakan kerja sama dengan Jepang untuk membangun sistem informasi pasar kerja, pengawas ketenagakerjaan, dan program terkait peker