PHBM di RPH Cisayong Tasikmalaya Mendongkrak Pendapatan Warga

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1659150991389_1659151040

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM)

SIAPBELAJAR.COM - Pulau Jawa memiliki luasan hanya 6% saja dari luas wilayah Indonesia, namun 60% dari jumlah penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa. Dengan populasi dan pemukiman yang lebih padat,kondisi ini bisa saja menjadi tidak seimbang jika kita melihat sedikitnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), terlebih di perkotaan.

Sementara itu, Undang-Undang menyampaikan bahwa sebuah kawasan harus memiliki RTH sebesar 30% atau lebih. UU Penataan Ruang juga menegaskan bahwa kawasan harus memiliki minimal 20% RTH.

Perum Perhutani, BUMN yang diberi amanat untuk mengelola hutan negara  yang merupakan ruang terbuka hijau, dituntut untuk memberikan perhatian yang besar terkait masalah sosial ekonomi masyarakat, terutama kepada masyarakat pedesaan yang tinggal di sekitar hutan.

Interaksi antara masyarakat dengan hutan tidak akan dapat dipisahkan sampai kapan pun. Oleh karena itu, para Rimbawan di RPH Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat ini melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) secara intens, di mana pendekatan yang dilakukan dalam pengelolaan hutan, wajib memperhatikan keberlanjutan ekosistem hutan dan kelestariannya namun tetap memperhatikan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar hutan, terutama bagi golongan masyarakat yang status ekonominya rendah.

Manfaat PHBM yang Dirasakan Masyarakat

Dian (20), seorang Warga Ciherang yang bermata pencaharian sebagai seorang petani dan pengangkut getah pinus mengatakan kepada siapbelajar.com bahwa dirinya yang hanyalah seorang lulusan dari sekolah menengah pertama, namun ia bisa mengantongi Rp 100 ribu atau lebih per harinya jika sedang musim angkut getah pinus dari hutan untuk dibawa ke Tempat Penampungan Getah (TPG). 

"Kebetulan saya adalah ketua paguyuban penyadap yang namanya Squad Cisayong, saya sangat terbantu selama bertahun-tahun dengan adanya PHBM ini, saya juga sekarang sedang membangun rumah,” ungkap Dian. Hal serupa juga dikatakan beberapa warga Ciherang lainnya yang rata-rata berprofesi sebagai Petani.

Hal tersebut diamini Anggun Bachtiar, KRPH Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurutnya, seorang pengangkut getah pinus bisa mendapatkan honor 5-7juta per bulannya.

"Karena memang sebagian ada yang fokus bekerja di bidang ini, nggak cuma sampingan," ungkap Anggun saat bertemu dengan jurnalis siapbelajar.com di Kawasan Hutan Pinus Ciherang (28/7).

"Kalau palawija dan sayuran ada yang nampung, tapi kalau untuk beras saya tidak jual hasil panen padi, itu untuk kebutuhan logistik kami, income lainnya ya ini, kami dapat dari honor ngangkut getah" tambah Dian.

Wisata Mendorong Perekonomian Warga

Hutan pinus Ciherang sering kali dijadikan tempat wisata, karena secara geografis, dataran tinggi di Kecamatan Cisayong ini menyuguhkan kesegaran oksigen murni hasil vegetasi hutan.

Pemandangan pohon pinus yang berjajar rapi dan keramahan warganya membuat Ciherang sering dikunjungi wisatawan domestik untuk sekedar menghabiskan akhir pekan dengan wisata keluarga, bersepeda, hiking, atau juga melakukan kegiatan camping singkat di kawasan Ciherang.

Adanya objek wisata Air Terjun di sekitarnya juga menjadi daya tarik wisata yang memukau dengan keindahan alamnya. Hal ini turut mendorong kegiatan ekonomi dan perputaran rupiah di daerah tersebut dengan adanya pengelolaan kawasan wisata bersama Perhutani.

Harapan Bagi Kelestarian Hutan

Hutan merupakan daerah resapan air dan sumber mata air yang harus dijaga, dirawat dan dilestarikan. Karena, tanpa hutan bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi?

“Harapannya, kita bisa mewariskan hutan ini kepada anak-anak dan cucu kita di kemudian hari, jangan sampai hutan itu nantinya hanya ada di lukisan saja,” ungkap Awan, Polisi Hutan.

Anggun Bachtiar, Kepala RPH Cisayong juga berharap bahwa vegetasi yang telah ada tidak terganggu oleh hal lainnya yang berorientasi bisnis yang cenderung merusak alam. Menurut pemaparannya, memanfaatkan hutan masih bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih baik dan menjaga ekosistem demi kelestariannya.

"Hutan itu kan memiliki banyak fungsi dan jenisnya, diantaranya ada hutan produksi, ada hutan konservasi. Dan, yang kita inginkan hutan dilestarikan bukan dieksploitasi habis-habisan. Harusnya kita banyak menanam lagi. Kata orang bijak menanamlah sekalipun esok terjadi kiamat." papar Anggun.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1672356033076_1672356115

Saintek

Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya Gelar Protocol Scout Academy 2022

SIAPBELAJAR.COM - Humas dan Media Informasi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2022-2027, pada hari selasa-Rabu (27-28/12/2022) menggelar kegiatan Protocol Scout Academy (
Screenshot_20221125_080325_copy_433x260_1_1669343031

Saintek

Ekspedisi Kampung Naga, Fieldtrif Sekolah Alam Depok Bersama Guru di Tasikmalaya

SIAPBELAJAR.COM - Kampung Naga yang berada di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya menjadi tempat kegiatan perdana fieldtrif Sekolah Alam Depok bersama per
1663562889498_1663563102

Saintek

5 Perwakilan SMPN 2 Cisayong Berhasil Meraih Prestasi Tingkat Jawa Barat

SIAPBELAJAR.COM - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat telah berhasil memborong sejumlah medali di kejuaraan sirkuit 3 Foki Tingkat Provinsi Jawa Barat 20
1659685258916_1659685292

Trending

Amerika Deklarasikan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah Amerika Serikat telah menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat menyusul adanya lonjakan kasus.Keputusan itu akan mempercepat distribusi vaksin,
1659428089000_1659428825

Saintek

SMPN 2 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya Gelar Santunan Anak Yatim

SIAPBELAJAR.COM - Tak kurang dari 27 anak yatim piatu di lingkungan SMPN 2 Cisayong mendapatkan santunan pada rangkaian peringatan Tahun Baru Muharram 1444 Hijriah, yang diselenggarakan oleh SMPN 2 Ci