Kelompok Masyarakat Prioritas Terima Vaksin COVID-19 Booster Kedua

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1659270103873_1659270136

Ilustrasi pemberian Vaksin untuk nakes

SIAPBELAJAR.COM – Pemerintah Indonesia telah memutuskan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua atau dosis keempat. Tahap pertama sudah dimulai untuk tenaga kesehatan.

"Nakes merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan terutama pada masa COVID ini. Kita tahu sudah ada dua dokter yang meninggal akibat pandemi COVID yang berkembang dengan varian yang ada sekarang," kata Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono beberapa waktu lalu.

Dante mengharapkan dengan memberikan booster tersebut bisa memberikan perlindungan nakes yang melayani masyarakat secara umum secara sehat.

Apa jenis Vaksin COVID-19 Booster Kedua?

Jenis vaksin yang digunakan untuk vaksin booster kedua ini adalah vaksin COVID-19 yang telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta tergantung dari ketersediaan vaksin.

"Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster ke-2 ini adalah vaksin COVID-19 yang telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan memperhatikan ketersediaan vaksin yang ada," sambung keterangan.

Apakah Vaksin COVID-19 Booster Kedua akan diberikan ke masyarakat umum?

Kelompok berisiko tinggi selain tenaga kesehatan masih akan dikaji untuk pemberian vaksin booster kedua atau vaksin COVID-19 dosis keempat. Belum bisa dipastikan apakah kelompok rentan tersebut ikut masuk dalam 'kloter' pertama penerimaan vaksin COVID-19 booster kedua.

"Kalau ini (kelompok risiko tinggi lansia dan pengidap komorbid), masih akan dikaji," demikian penegasan dr Maxi.

Sebagai tambahan informasi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyiapkan lebih dari 4 juta dosis vaksin COVID-19 untuk booster kedua para tenaga kesehatan.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1681223993901_1681224242

Trending

Kementrian Kesehatan Siapkan Dana untuk 2.500 Beasiswa Dokter Spesialis 2024

SIAPBELAJAR.COM- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akan memberikan kuota 2.500 beasiswa pendidikan dokter spesialis pada tahun 2024. Budi mengutamakan dokter spesialis penyakit jantung, s
1680960704026_1680960725

Trending

WHO Desak China Beberkan Informasi Asal Usul Covid

SIAPBELAJAR.COM - WHO mendesak China bagikan informasi asal usul Covid-19. WHO menegaskan sampai itu dilakukan China maka semua kemungkinan atau hipotesis mengenai asal usul Covid-19 masih terbuka."Ta
1680235162091_1680235182

Trending

Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Hindari Bukber

SIAPBELAJAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat dapat menghindari buka puasa bersama demi cegah kenaikan kasus Covid-19. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kenaikan
1677599378329_1677599426

Trending

Aplikasi 'PeduliLindungi' Ganti Nama Jadi 'SatuSehat'

SIAPBELAJAR.COM- Aplikasi PeduliLindungi selama tiga tahun terakhir menjadi salah satu aplikasi yang wajib ada di gadget masyarakat Indonesia. Mulai 1 Maret 2023, aplikasi telah diubah menjadi SatuSeh
1673443513781_1673443527

Saintek

Kebijakan Terbaru Vaksinasi Covid-19 di University of Illinois

SIAPBELAJAR.COM - University of Illinois System telah mengumumkan bahwa pihak universitas tidak akan lagi mewajibkan mahasiswa dan karyawannya untuk melakukan vaksinasi Covid-19.Dalam pesan baru-bar