SIAPBELAJAR.COM - Pekerja
pariwisata Indonesia mogok kerja karena adanya kenaikan dramatis pada harga
tiket untuk melihat komodo.
Saat ini pengunjung akan
dikenakan biaya Rp 3.750.000 untuk mengunjungi pulau-pulau utama di Taman
Nasional Komodo, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 200.000.
Pemerintah berharap
untuk membatasi jumlah pengunjung dan melindungi komodo yang terancam punah
dari paparan berlebihan ke manusia.
Namun, para pekerja
lokal mengatakan bahwa hal tersebut akan menakuti wisatawan sepenuhnya dan akan
menyebabkan pendapatan mereka mengering.
Rumah Bagi 3.300 Komodo dan Harapan dari Kenaikan
Harga Tiket
Mengutip dari Reuters, Indonesia
adalah rumah bagi sekitar 3.300 komodo langka. Kadal terbesar di dunia ini memiliki
gigi setajam silet, gigitan berbisa dan tumbuh hingga panjang tiga meter (10
kaki).
Penampilan mereka yang
unik ini menarik banyak turis dari seluruh dunia, dengan 220.000 orang
berbondong-bondong datang ke Taman Nasional Komodo pada tahun 2019 hanya untuk
melihat spesies yang terancam punah secara langsung.
Pemerintah setempat
berharap dengan adanya kenaikan harga tiket tersebut, akan mengurangi jumlah wisatawan
dan membantu mengembalikan pulau-pulau itu kepada pemiliknya yang sah, yaitu komodo.
Ancaman bagi Penduduk Setempat
Sebagai tanggapan atas
kenaikan harga tiket tersebut, sebanyak 700 pekerja lokal yang bergantung pada
pariwisata akan mogok hingga akhir Agustus.
Servianus Setiawan, selaku
tour operator terdekat mengatakan bahwa
rencana itu mengancam penduduk setempat yang selamat dari industri pariwisata.
“Kami mendukung
konservasi Komodo tetapi tolong berikan jumlah yang masuk akal sehingga kami
dapat melindungi komodo dan orang-orang yang mata pencahariannya bergantung
pada pariwisata dapat hidup” kata dia.
Kata Gubernur Nusa Tenggara Timur
Gubernur Nusa Tenggara
Timur, Viktor Laiskodat mengatakan bahwa seharusnya informasi mengenai kenaikan
tarif dapat dikomunikasikan dengan lebih baik. Namun ia juga mengatakan bahwa kenaikan
harga 18 kali lipat masih akan berlanjut.
Langkah tersebut merupakan
yang serangkaian upaya terbaru dari pejabat setempat untuk membatasi jumlah pengunjung
ke pulau itu dengan harapan dapat melindungi spesies komodo yang terancam
punah.
Trending
Trending
Seniraga
Ekonomi
Ekonomi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib