Kasus Covid-19 Melonjak di Kepulauan Marshall

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1660557724648_1660557735

Marshall Island, Negara Kepulauan di Samudera Pasifik Bagian Barat

SIAPBELAJAR.COM - Jumlah infeksi Covid-19 telah melonjak di Kepulauan Marshall, hanya beberapa hari setelah negara Pasifik mencatat penyebaran virus lokal pertamanya.

Di ibu kota Majuro, total kasus hampir dua kali lipat sejak Jumat.

Angka-angka terbaru tersebut berarti bahwa satu dari sepuluh penduduk kota telah terinfeksi dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari Minggu, Menteri Kesehatan Jack Niedenthal mengatakan terdapat sekitar 75% tes di seluruh negeri memberikan hasil yang positif.

Sejumlah pulau Pasifik berhasil mencegah virus corona di awal pandemi melalui pembatasan ketat.

Kepulauan Marshall, yang berpenduduk 59.000 jiwa merupakan salah satu negara terakhir di dunia yang tidak tersentuh Covid-19, sebelum dua kasus diidentifikasi pada Oktober 2020. Pasangan itu tiba dari Amerika Serikat dan diisolasi dari yang lain.

Baru-baru ini, sekitar satu minggu yang lalu, tidak terlihat adanya penularan virus secara komunitas, yang artinya bahwa Covid-19 belum terdeteksi menular dari orang ke orang.

Penyebaran Kasus Lokal Pertama

Namun pada hari Senin, penyebaran lokal pertama dikonfirmasi. Pemerintah menanggapi dengan menyatakan keadaan bencana kesehatan, menutup sekolah dan memperkenalkan berbagai tindakan kesehatan masyarakat.

“Ledakan kasus telah membuat Kepulauan Marshall bergeser dari strategi pencegahan ke mitigasi” tulis Niedenthal dalam unggahan Facebook.

Tidak ada penguncian/lockdown yang diperintahkan, namun Radio Selandia Baru (RNZ) melaporkan bahwa banyak orang yang memilih untuk tinggal di rumah, dengan kebaktian gereja dibatalkan dan restoran tampak sepi.

Sejak Oktober 2020, dua kematian telah dilaporkan di seluruh Kepulauan Marshall dan total kumulatif 3.036 kasus telah dicatat.

Pada pembaruan Facebook Niedenthal pada hari Senin, hanya sembilan rawat inap yang tercatat dengan angka yang menunjukkan bahwa 70% orang Marshall telah divaksinasi sepenuhnya.

Himbawan Niedenthal kepada Penduduk Kepulauan Marshall

Niedenthal, yang memposting pada awal pekan ini bahwa dia juga telah dites positif, mendesak kepada siapa pun yang merasa tidak sehat untuk melaporkan kasus mereka sebagai keadaan darurat di rumah sakit.

Dia juga mendesak orang untuk menghindari situs perawatan alternatif khusus yang telah didirikan untuk menangani gejala Covid-19 ringan.

"Sebagian besar kekacauan mulai mereda" katanya. Ia pun menjanjikan bahwa kondisi ini akan terus menjadi lebih baik.

“Bantuan ekstra akan datang dari luar negeri termasuk dari Amerika Serikat, dengan tambahan sukarelawan yang diharapkan selama minggu mendatang” tambahnya

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1680960704026_1680960725

Trending

WHO Desak China Beberkan Informasi Asal Usul Covid

SIAPBELAJAR.COM - WHO mendesak China bagikan informasi asal usul Covid-19. WHO menegaskan sampai itu dilakukan China maka semua kemungkinan atau hipotesis mengenai asal usul Covid-19 masih terbuka."Ta
1680235162091_1680235182

Trending

Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Hindari Bukber

SIAPBELAJAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat dapat menghindari buka puasa bersama demi cegah kenaikan kasus Covid-19. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kenaikan
1673443513781_1673443527

Saintek

Kebijakan Terbaru Vaksinasi Covid-19 di University of Illinois

SIAPBELAJAR.COM - University of Illinois System telah mengumumkan bahwa pihak universitas tidak akan lagi mewajibkan mahasiswa dan karyawannya untuk melakukan vaksinasi Covid-19.Dalam pesan baru-bar
1666923401556_1666923421

Saintek

Aturan Penggunaan Masker di Santa Clara University

SIAPBELAJAR.COM - Santa Clara University (SCU) tidak akan lagi mewajibkan mahasiswanya untuk mengenakan masker di dalam ruang kelas, kecuali ketika seorang anggota pengajar meminta mereka untuk mela
1666923184919_1666923198

Saintek

Kebijakan Penggunaan Masker di Stanford University

SIAPBELAJAR.COM - Stanford University telah mengumumkan perubahan kebijakan masker untuk mahasiswa, staf dan pengajar di ruang kelas.Pihak universitas telah menghapus mandat masker di ruang kelas se