SIAPBELAJAR.COM - Saat musim gugur mendekat, University of Winnipeg atau Universitas Winnipeg, sebuah universitas riset publik di Kanada telah mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi mewajibkan masker. Universitas telah menghapus persyaratan sejak 17 Agustus lalu.
Namun, pihaknya
juga mengatakan bahwa penggunaan masker sangat dianjurkan.
Dalam rilis media,
disebutkan bahwa bagi mahasiswa, dosen, staf dan pengunjung yang merasa lebih
nyaman memakai masker, pihak universitas akan menawarkan masker di lokasi-lokasi
tertentu di seluruh kampus.
“Prioritas utama kami
adalah kesehatan dan keselamatan semua orang di komunitas University of Winnipeg. Kami akan memantau situasi Covid-19 di
provinsi ini dan akan mengubah pembatasan sesuai kebutuhan, jika situasinya
berubah” bunyi siaran pers.
Sejak 17 Agustus,
universitas dibuka kembali untuk umum. Selama musim gugur, restoran akan buka
dari Senin hingga Jumat antara pukul 07:30 hingga 18:00.
Sekilas Mengenai University
of Winnipeg
University of Winnipeg menawarkan lebih dari 800 program dalam lebih dari
40 mata kuliah. University of Winnipeg
merupakan rumah bagi lebih dari 9.300 siswa penuh dan paruh waktu serta
mempekerjakan 340 staf pengajar penuh waktu.
Sejak 1 November 2020,
jumlah mahasiswa yang terdaftar di universitas ini adalah sebanyak 9.691. 14,3%
dari populasi mahasiswa atau sebanyak 1.389 di University of Winnipeg merupakan mahasiswa internasional.
Institusi ini juga
memiliki persentase terbesar dari populasi siswa Pribumi/warga asli, dengan sebesar
9,8% siswa mengidentifikasi diri mereka sebagai Pribumi.
Aturan Penggunaan Masker di Universitas Lain
Berbeda dari University of Winnipeg, salah satu
universitas intensif penelitian terbesar di Kanada, Western University telah mewajibkan masker dan vaksin Covid-19
untuk musim gugur ini.
“Kami akan segera
menyambut mahasiswa ke kampus dari seluruh negeri dan seluruh dunia. Meskipun
kami tidak dapat memprediksi kapan gelombang Covid-19 berikutnya mungkin
datang, kami percaya bahwa langkah-langkah ini akan membantu kami melindungi
pengalaman langsung yang dikenal di Western,”
kata Rektor dan Wakil Presiden (Akademik), Florentine Strzelczyk.
Mahasiswa di Western University harus menyerahkan
bukti bahwa mereka telah menerima vaksinasi Coronavirus mulai 1 Oktober 2022.
Selain itu, University of Toronto juga telah
mengembalikan mandat vaksin untuk mahasiswa yang tinggal di tempat tinggal
untuk tahun akademik 2022/2023. Mandat tersebut juga akan mengharuskan siswa
untuk memiliki setidaknya satu dosis booster.
Baru-baru ini, seorang
arbiter juga memutuskan universitas di Ontario dapat memberlakukan mandat Covid-19,
bahkan jika otoritas kesehatan setempat tidak meminta mereka untuk
melakukannya.
Menyusul keputusan
arbiter, Associate Professor of Viral
Immunology di University of Guelph, Byram W. Bridle mengatakan bahwa hal
terakhir yang harus dikhawatirkan mahasiswa saat mereka bersiap untuk kembali
ke kampus adalah mandat. Ia pun menambahkan bahwa sains tidak mendukung kebijakan
seperti itu.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib