Minim Fasilitas, Pelajar SD Cianjur Terpaksa Belajar di Lantai

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1662209874698_1662209918

Minim Fasilitas Pelajar SD Cianjur Terpaksa Belajar Dilantai

SIAPBELAJAR.COM - Di tengah anggaran pendidikan yang cukup tinggi, rupanya masih menyisakan sejumlah persoalan di masyarakat. Minimnya fasilitas dan sarana prasarana sekolah sepertinya masih tak terelakan. 

Gambaran tersebut terlihat di SDN Karya Sakti Salamnunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah yang berlokasi di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terbilang minim fasilitas.

Tak hanya ruang kelas yang kondisinya rusak, para pelajar di sekolah ini bahkan terpaksa harus belajar di lantai karena minim bangku. Tentu saja, kondisinya membuat proses belajar mengajar di sekolah tersebut tidak nyaman. Bahkan, pihak sekolah tak jarang menerapkan motede belajar secara bergantian di lantai kelas. 

Kepada awak media, pihak sekolah mengaku sarana prasarana sekolah banyak yang rusak karena lama tak digunakan. Seperti diketahui, selama pandemic Covid-19, pemerintah memutuskan proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal ini membuat hamper seluruh siswa belajar di rumah masing-masing.

"Jadi terbengkalai dan lama tidak dipakai jadinya banyak yang lapuk dan rusak," ujar salah satu guru SDN Karya Sakti, Yana Suryana dikutip dari Kompas.com, Kamis (1/9/2022). 

Masih menurut Yana, tak hanya minim sarana bangku dan meja belajar,  sekolah tempatnya mengabdi minim ruang kelas. Setidaknya ada tiga ruangan kelas yang rusak. 

Bahkan pihak sekolah sempat mengosongkan ruang kelas tersebut dari kegiatan belajar. Alasannya, bisa mengancam keselamatan para siswa. Sementara selama ruangan dikosongkan, beberapa siswa belajar terpaksa belajar di luar, seperti di teras kelas. 

"Tapi sekarang terpaksa dipakai lagi karena kasihan anak-anak kalau belajar di luar, kepanasan," tandas Yana. 

Saat ini, dua lokal atau ruangan yang kondisinya rusak itu dipakai untuk kegiatan belajar kelas 3 dan 6. Tersisa satu ruangan yang tetap dikosongkan karena rusak berat. 

Sehingga ada dua kelas yang harus berbagi ruangan, yakni kelas 1 dan 2. Sedangkan untuk kelas 5, itu yang belajar di lantai. 

Yana menuturkan, pihak sekolah berulang kali melaporkan kondisi ini ke dinas terkait. Dinas sempat survei ke lokasi, namun belum ada tindak lanjutnya hingga sekarang.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1687314086410_1687314103

Ekonomi

Mendobrak Pasar Internasional: Panduan Praktis untuk Memulai Ekspor

Mediana.id - Bisnis ekspor merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan di era globalisasi ini. Dengan melakukan ekspor, Anda bisa memperluas jangkauan pasar, meningkatkan omzet, dan menambah d
1680960704026_1680960725

Trending

WHO Desak China Beberkan Informasi Asal Usul Covid

SIAPBELAJAR.COM - WHO mendesak China bagikan informasi asal usul Covid-19. WHO menegaskan sampai itu dilakukan China maka semua kemungkinan atau hipotesis mengenai asal usul Covid-19 masih terbuka."Ta
1680235162091_1680235182

Trending

Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Hindari Bukber

SIAPBELAJAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat dapat menghindari buka puasa bersama demi cegah kenaikan kasus Covid-19. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kenaikan
1675734982126_1675735002

Saintek

Cerita Inovatif Guru Bikin Aplikasi untuk Permudah Siswa Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pandemi Covid-19 pada 2020 membuat sejumlah pihak, termasuk guru melakukan inovasi dengan berfikir kreatif untuk tetap melakukan proses belajar mengajar.Mengingat proses belajar meng