SIAPBELAJAR.COM - Ratu akan disemayamkan selama
empat hari sebelum pemakamannya di Westminster
Abbey pada Senin, 19 September. Masyarakat akan diizinkan untuk melihat
peti jenazah selama waktu itu.
Sebelum ini, Ratu akan beristirahat di Katedral St
Giles Edinburgh selama 24 jam mulai hari Senin 12 September bersama dengan
orang-orang yang dapat memberikan penghormatan.
Keluarganya, politisi dan pemimpin dunia akan
menghadiri pemakaman kenegaraannya pada pukul 11:00 WIB. Pada hari itu juga
akan menjadi hari libur bank.
Perjalanan terakhir Ratu akan dimulai pada hari
Minggu, dengan peti mati kayu oaknya dibawa oleh penjaga Balmoral, serta stafnya
sendiri akan membawanya ke mobil jenazah yang akan membawanya ke Edinburgh. Mobil
jenazah akan berkendara perlahan ke Istana Holyroodhouse pada pukul 16:00 BST.
Pada hari Senin sore, akan diproses ke Katedral St
Giles, Edinburgh bersama anggota Keluarga Kerajaan. Kemudian akan ada kebaktian
dan peti mati akan beristirahat di sini selama 24 jam serta memberikan
kesempatan bagi orang-orang untuk memberi penghormatan.
Keesokan harinya, Putri Anne akan menemani jenazah
ibunya saat diterbangkan kembali ke London. Peti mati Ratu akan dibawa dari
Bandara Edinburgh ke Istana Buckingham melalui RAF Northolt.
Pada Rabu sore akan dibawa ke Westminster Hall, dan diperkirakan tiba pada pukul 15:00 BST. Empat
hari disemayamkan di negara bagian akan terjadi dari hari Kamis, sebelum
pemakaman berlangsung.
Pemakaman kenegaraan pada hari Senin 19 September akan
diikuti dengan prosesi dari London ke Kastil Windsor. Ratu akan dimakamkan di King
George VI Memorial Chapel di Windsor.
Perjalanannya yang dimulai dari kesederhanaan akan
berakhir dengan kemegahan pemakaman kenegaraan pertama yang akan disaksikan banyak
orang. Pemakaman kemegahan terakhir dilakukan kepada Sir Winston Churchill pada
tahun 1965.
Raja
Mengunjungi Negara-Negara
Menjelang pemakaman, Raja baru akan mengunjungi
Skotlandia, Irlandia Utara dan Wales. Perdana Menteri Liz Truss akan menemaninya.
Masa berkabung nasional akan berlangsung hingga hari
pemakaman kenegaraan, demikian diumumkan oleh pemerintah. Keluarga Kerajaan
akan menjalani masa berkabung lebih lanjut selama tujuh hari setelahnya.
Westminster Abbey adalah gereja bersejarah, di mana
raja dan ratu Inggris dimahkotai, namun belum ada upacara pemakaman raja di
sana sejak abad ke-18. Pemakaman untuk ayah Ratu, kakek dan nenek buyutnya,
Ratu Victoria pada tahun 1900-an semuanya diadakan di St George's Chapel,
Windsor.
Para kepala negara dari seluruh dunia akan diundang
untuk bergabung dengan anggota Keluarga Kerajaan untuk mengenang kehidupan dan
pelayanan Ratu. Politisi senior Inggris dan politisi saat ini serta mantan
perdana menteri juga diharapkan hadir di layanan televisi.
Beberapa
Acara Mengalami Penundaaan
Tidak ada kewajiban bagi penyelenggara untuk
membatalkan acara yang direncanakan pada hari pemakaman, namun pedoman
pemerintah menyarankan penyelenggara perlengkapan olahraga atau acara yang
telah direncanakan sebelumnya mungkin ingin menyesuaikan waktu untuk
menghindari bentrokan dengan layanan atau prosesi.
Beberapa acara setelah kematian Ratu dibatalkan atau
ditunda. Pertandingan sepak bola di Liga Premier, Liga Sepak Bola Inggris atau
di Skotlandia atau Irlandia Utara telah ditunda hingga Selasa. Sementara itu, semua
pertandingan di Liga Super Wanita, Kejuaraan Wanita, dan Piala FA Wanita juga
telah ditunda. Sejumlah pertandingan pacuan kuda, golf dan tinju juga telah
dibatalkan.
Aksi mogok besar-besaran yang direncanakan pada minggu
depan pun segera dibatalkan serta Kongres Serikat Pekerja mengatakan bahwa
pihaknya akan menunda konferensi tahunannya di Brighton.
Raja
Charles III Dikonfirmasi Menjadi Raja Setelah Kematian Ibunya
Sebelumnya, Raja mengkonfirmasi pada hari Sabtu
bahwa hari pemakaman akan menjadi hari libur bank. Dalam pidatonya, dia memuji kekuasaan
tak tertandingi sang Ratu.
Raja Charles menjadi raja setelah kematian ibunya. Pertemuan
dewan rahasia para politisi, pejabat dan pendeta secara resmi
mengkonfirmasinya.
Ruangan yang padat, termasuk keenam mantan perdana
menteri Inggris yang masih hidup, mengulangi kalimat itu. Proklamasi kemudian
dibacakan di balkon di atas Friary Court
di St James's Palace.
Panitera Dewan Penasihat, Richard Tilbrook
menyatakan Charles sebagai “Raja, Kepala Persemakmuran, Pembela Iman” sebelum
menyatakan “God Save the King”.
Pada Sabtu malam, mobil Raja berhenti di jalan
menuju Mall, dia dan Camilla, Permaisuri Ratu keluar untuk menyambut beberapa
dari ribuan simpatisan yang berbaris di jalan turun dari Istana Buckingham. Ada
teriakan gembira "God Save the King"
saat dia dan istrinya menerima seikat bunga dan jabat tangan.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib