SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah
telah mengumumkan bahwa penjaga burung di Inggris, Skotlandia dan Wales harus
menerapkan langkah-langkah keamanan hayati yang ketat untuk menghentikan
penyebaran flu burung.
Departemen Lingkungan,
Pangan dan Urusan Pedesaan memperkenalkan langkah tersebut di tengah wabah flu
burung terbesar di negara itu.
Hal ini mengikuti
langkah-langkah perumahan dalam ruangan regional yang diperkenalkan minggu lalu
di Norfolk, Suffolk dan bagian dari Essex. Pemerintah mengatakan bahwa risiko
terhadap kesehatan manusia dari virus tetap sangat rendah.
Kepala Petugas Veteriner
dari Inggris, Skotlandia dan Wales mendeklarasikan Zona Pencegahan Flu Burung atau
Avian Influenza Prevention Zone (AIPZ) di seluruh Inggris untuk mencegah
penyebaran penyakit di antara unggas dan burung penangkaran.
Flu Burung Mulai Dikonfirmasi Sejak Akhir Oktober
2021
Langkah ini menyusul
peningkatan jumlah deteksi flu burung pada burung liar dan di tempat komersial.
Di seluruh Inggris, 190 kasus telah dikonfirmasi sejak akhir Oktober 2021
dengan lebih dari 30 kasus di antaranya dikonfirmasi sejak awal bulan ini.
“Kami belum pernah
melakukan ini sebelumnya, kami belum pernah mengalami tingkat infeksi
lingkungan seperti ini sebelumnya yang menimbulkan risiko seperti itu,” kata Prof
Christine Middlemiss selaku Kepala Petugas Dokter Hewan Inggris
Badan Keamanan
Kesehatan Inggris (UKHSA) menyatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat dari
virus sangat rendah serta Badan Standar Makanan menyatakan bahwa flu burung
menimbulkan risiko keamanan pangan yang sangat rendah bagi konsumen.
Dikatakan unggas dan
produk unggas yang dimasak dengan benar, termasuk telur akan aman untuk dikonsumsi.
Pembatasan Akses
Dikatakan bahwa penjaga
dengan lebih dari 500 burung perlu membatasi akses untuk orang-orang yang tidak
penting di situs mereka.
Pekerja perlu mengganti
pakaian dan alas kaki sebelum memasuki kandang burung dan kendaraan di lokasi
perlu dibersihkan serta didesinfeksi secara teratur untuk membatasi risiko
penyebaran penyakit.
Flu burung menyebar secara
alami pada unggas liar. Hal ini dapat menyebarkannya ke unggas dan burung
penangkaran lainnya ketika mereka bermigrasi.
“Pemelihara burung
telah menghadapi wabah flu burung terbesar yang pernah ada tahun ini dan dengan
musim dingin membawa risiko yang lebih tinggi lagi bagi ternak karena burung
yang bermigrasi kembali ke Inggris” kata Kepala Petugas Dokter Hewan Inggris,
Skotlandia dan Wales dalam sebuah pernyataan bersama.
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib