30 Lembaga Pemeriksa Halal Siap Beroperasi, Tujuh dari PTKIN

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1666929411249_1666929444

30 Lembaga Pemeriksa Halal Siap Beroperasi, Tujuh dari PTKIN

SIAPBELAJAR.COM - Sebanyak 30 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) siap beroperasi, tujuh di antaranya berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal ini disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham saat menyerahkan sertifikat akreditasi kepada 19 LPH baru, di Jakarta.

"Alhamdulillah dalam satu tahun BPJPH telah menambah LPH. Semula hanya tiga lembaga, menjadi 30 LPH. Bahkan tujuh di antaranya berasal dari PTKIN," ungkap Aqil Irham, Rabu (26/10/2022).

Turut mendampingi Aqil saat penyerahan sertifikat akreditasi LPH, Plt Sekretaris BPJPH Chuzaemi Abidin, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, serta Plt Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi BPJPH Sidik Sisdiyanto.

Sebelumnya, pada April 2022, BPJPH juga telah menyerahkan sertifikat akreditasi kepada delapan LPH. "Per April 2022, Indonesia sudah punya 11 LPH. Hari ini saya menyerahkan lagi sertifikat akreditasi bagi 19 LPH baru," ujar Aqil.

"Jadi alhamdulillah saat ini total jumlah LPH yang siap beroperasi sebanyak 30 lembaga. Ini sesuai target kita dalam rangka percepatan sertifikasi halal," imbuhnya.

Aqil Irham menegaskan pentingnya peran LPH dalam proses sertifikasi halal. Menurutnya,  pemberlakuan kewajiban bersertifikat halal bagi produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia sejak 17 Oktober 2019 serta target 10 juta produk bersertifikat halal di tahun 2022 menuntut ketersediaan sejumlah perangkat pendukung yang harus dipenuhi.

"Di antaranya adalah ketersediaan LPH dengan auditor halalnya dan laboratorium-laboratorium yang siap untuk melakukan pengujian produk halal,” ujar Aqil.

Keberadaan 30 LPH saat ini diharapkan Aqil dapat mempercepat pencapaian target sertifikasi halal.

Seperti diketahui, berdasarkan UU Nomor 33 tahun 2014, terdapat tiga aktor utama dalam penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia. Pertama, BPJPH sebagai regulator sekaligus penerbit sertifikat. Kedua, LPH sebagai pemeriksa kehalalan produk. Ketiga, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pihak yang berwenang menetapkan kehalalan produk.

Plt. Kepala Pusat Kerja Sama dan Standarisasi BPJPH Sidik Sisdiyanto mengungkapkan hal senada. "Dengan adanya 30 LPH ini, masyarakat jadi memiliki banyak pilihan sehingga dapat mengakselerasi capaian sertifikasi halal," ujar Sidik.

Ia menambahkan, sebagai upaya akselerasi pembentukan LPH, BPJPH juga menjalin kerja sama dengan 58 Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam Negeri (PTKIN). "Tujuh di antaranya turut mendapatkan sertifikat akreditasi LPH hari ini," paparnya.

Tujuh LPH baru yang berasal dari PTKIN yaitu LPH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, LPH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, LPH UIN Raden Fatah Palembang, LPH UIN Sultan Thaha Jambi, LPH IAIN Palangka Raya, LPH UIN Walisongo Semarang, dan LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

"Kita juga telah memiliki 284 calon auditor halal berasal dari 41 PTKIN dengan latar belakang kimia, biologi, teknologi pangan, serta bidang keilmuan lainnya sebagaimana ditetapkan dalam regulasi," lanjut Sidik.

Adapun daftar 19 LPH yang menerima sertifikat akreditasi, sebagai berikut:

1.    Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Ambon;

2.    UIN Sunan Gunung Djati Bandung;

3.    Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian Banjarmasin;

4.    Quality Syariah Banten;

5.    Global Halal Indonesia;

6.    Institut Pertanian Bogor;

7.    Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Kementerian Perindustrian Yogyakarta;

8.    UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;

9.    Mujahidin;

10.    Equitrust Lab;

11.    Yayasan Baslan Hugo Trea;

12.    Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI);

13.    UIN Sulthan Thaha Syaifuddin (SUTHA) Jambi;

14.    Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim Makassar;

15.    UIN Maulana Malik Ibrahim Malang;

16.    IAIN Palangka Raya;

17.    UIN Raden Fatah Palembang;

18.    UIN Walisongo Semarang.

19.    Universitas Syiah Kuala Aceh.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1681114651831_1681114676

Saintek

Pendaftaran UM-PTKIN Dibuka

SIAPBELAJAR.COM - Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) sudah dibuka per 10 April hingga 5 Mei 2023.UM-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersam
1680576341067_1680576366

Saintek

75.362 Siswa Lulus SPAN-PTKIN 2023, Ini 10 Kampus Paling Diminati

SIAPBELAJAR.COM - Hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diumumkan hari ini. Ketua Panitia SPAN PTKIN Imam Taufiq mengatakan, total ada 75.362
1678709477667_1678709494

Saintek

SPAN-PTKIN 2023, UIN Yogyakarta Paling Diminati Calon Mahasiswa

SIAPBELAJAR.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang paling diminati oleh calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi
1666929411249_1666929444

Trending

30 Lembaga Pemeriksa Halal Siap Beroperasi, Tujuh dari PTKIN

SIAPBELAJAR.COM - Sebanyak 30 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) siap beroperasi, tujuh di antaranya berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal ini disampaikan Kepala Badan Penyeleng
1664589037339_1664589051

Ekonomi

Indonesia Optimisti Menjadi Pusat Industri Halal Dunia

SIAPBELAJAR.COM - Indonesia optimistis dapat mewujudkan cita-cita untuk menjadi pusat industri halal dunia. Hal ini dikemukakan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agam