Sebanyak 187 kursi kepala SMA, SMK, dan SLB di Jabar diperkirakan kosong pada akhir 2021. Kursi tersebut akan diisi oleh guru yang mengikuti seleksi calon kepala sekolah (CKS) tahun ini.
"Sebanyak 187 kursi kepala sekolah akan diisi oleh teman-teman guru yang sedang mengikuti seleksi calon kepala sekolah di sini," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi.
Menurut Kadisdik, berdasarkan hasil tahun lalu, peserta yang lulus di tahap seleksi substansi mencapai 70%. Sehingga, jumlah tersebut sudah mencukupi kursi kepala sekolah yang kosong. "Meski demikian, saya berharap para peserta tetap semangat dan memberikan yang terbaik. Saya doakan semuanya lulus," ujarnya.
Proses seleksi calon kepala sekolah tahun ini, jelas Kadisdik, diselenggarakan dengan inovasi baru. Salah satunya tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pola Karier Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas Sekolah pada Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bahwa guru yang akan mengikuti seleksi calon kepala sekolah tidak harus mengantongi surat rekomendasi dari kepala sekolah di tahap awal.
"Biasanya, para calon kepala sekolah tersendat izin/rekomendasi. Kalau saat ini, izin kepala sekolah disertakan setelah calon kepala sekolah lulus tes. Sehingga, membuka kesempatan bagi calon kepala sekolah untuk mengemban tugas tambahan sebagai kepala sekolah," jelasnya.
Kadisdik menuturkan, pada tahap awal, sebanyak 1.164 guru mendaftar menjadi bakal calon kepala sekolah. Setelah melalui beberapa tahap seleksi, terpilihlah 279 peserta yang mengikuti seleksi substansi saat ini.
Kadisdik pun memberikan semangat kepada calon kepala sekolah yang mengikuti seleksi tersebut. "Ikuti seleksi sebaik-baiknya dengan kejujuran dan tanggung jawab," tutupnya. (disdik jabar)
Trending
Trending
Saintek
Trending
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib