Hanya Satu Bumi atau Only One Earth merupakan tema sentral yang dicetuskan oleh United Nations Environment Programme (UNEP)
SIAPBELAJAR.COM - Hanya Satu Bumi atau Only One Earth merupakan tema sentral yang dicetuskan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), badan internasional yang bernaung di bawah PBB dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang jatuh pada Minggu, 5 Juni 2022.
PBB mengambil tema dengan slogan: In the universe are billions of galaxies, In our galaxy are billions of planets, But there is Only One Earth. Let’s take care of it.
Baca juga: Pendidikan Pancasila Akan Diterapkan Dalam Kurikulum Merdeka 2022/2023
Di semesta, ada miliaran galaksi, di galaksi, ada miliaran planet, tetapi Hanya Satu Bumi. Mari jaga bumi ini.
Saat ini Bumi menghadapi berbagai krisis, yakni Iklim yang memanas terlalu cepat bagi manusia dan alam, hilangnya habitat akibat laju deforestasi dan tekanan lainnya yang mengakibatkan sekira satu juta spesies terancam punah.
Selain itu polusi di berbagai negara yang terus meracuni udara, tanah, dan air Straits Times pernah mengabarkan mengenai sebuah riset riset yang dilakukan oleh Dr. Simon Evans dari Carbon Brief menunjukkan bahwa Amerika Serikat (AS), China dan Rusia merupakan tiga besar penyumbang emisi dunia dan ketiga negara itu menyumbang hampir 40% dari akumulasi emisi CO2 dari aktivitas manusia.
Persoalan lingkungan hidup di negara kita pun cukup meresahkan, Indonesia dengan kekayaan alam melimpah semestinya tidak mengalami masalah lingkungan hidup. Tetapi, faktanya, negeri ini memiliki lima problem besar yang tak kunjung usai, yakni masalah sampah plastik, deforestasi, kerusakan ekositem di laut dan pencemaran air atau sungai dan polusi udara.
Tugas besar manusia adalah mengembalikan kelestarian lingkungan hidup seperti sedia kala dengan berbagai cara. Mencari jalan keluar dari buruknya sistem ekonomi yang tidak ramah lingkungan dengan lebih terhubung kepada alam dan berusaha menyembuhkan bumi ini dari berbagai krisis.
Dari Hal Kecil
"Melakukan hal yang kecil dari diri kita melalui mengurangi timbulan sampah dari rumah dengan menggunakan wadah berkali kali pakai, memanfaatkan sampah yang bisa dimanfaatkan, tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membuang sampah di sungai.
Sungai adalah ekosistem penting untuk kehidupan manusia dan seharusnya menjadi halaman depan rumah kita," kata Nety Widayati, Direktur Pengendalian Pencemaran Air, mewakili Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK, Sigit Reliantoro, melansir sindonews.
Aksi Bersih Sungai Ciliwung Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup
Aksi bersih Sungai Ciliwung bersama komunitas dan relawan digelar di enam titik di Kota Depok yang mencakup Kecamatan Sukmajaya, Pancoran Mas, dan Beji, Sabtu (4/6).
Aksi ini melibatkan 36 komunitas pemerhati Sungai Ciliwung ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setiap tanggal 5 Juni setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli lingkungan terutama kepada kualitas air sungai yang lebih baik.
"Jadi kami itu menggerakkan masyarakat melalui komunitas dengan harapan komunitas sebagai fasilitator masyarakat, sehingga masyarakat berubah mindsetnya menjadi lebih peduli kepada lingkungan, dan hasilnya terlihat jika kualitas air sungai Ciliwung membaik," ujar Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Nety Widayati, yang ikut melakukan susur sungai pada kegiatan ini dalam Siaran Pers KLHK.
Pencemar terbesar sungai disebut Nety berdasarkan data pemantauan berasal dari limbah domestik rumah tangga. Untuk itu melalui gerakan-gerakan peduli sungai seperti ini diharapkan limbah domestik rumah tangga yang masuk ke sungai akan bisa terkurangi karena masyarakat juga akan semakin teredukasi pentingnya sungai yang bersih.
"Jika dengan kita menggerakkan komunitas, sehingga komunitas menggerakkan masyarakat yang ada agar limbah pencemar domestik bisa tertangani karena seluruh masyarakat berubah pola pikirnya," ujarnya.
Nety pun menyebutkan jika kondisi pencemaran air sungai di Indonesia jika berdasarkan tren status mutu air sejak tahun 2015 terus menunjukkan perbaikan, meski belum semuanya dalam kondisi baik. Sejalan dengan hal itu,
Hidayat, Ketua Komunitas Sahabat Ciliwung yang merupakan penduduk asli sekitar Sungai Ciliwung menyatakan jika permasalahan air dan sampah di Sungai Ciliwung dari tahun ke tahun mulai membaik. Hal ini disebutnya merupakan hasil upaya bersama semua pihak mulai dari masyarakat, komunitas, pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha dan juga media massa.
"Hari ini kita lakukan aksi bersih sungai dengan kekuatan sekitar 200 orang, menggunakan 10 perahu karet untuk yang di air, lalu juga ada teman-teman atau relawan yang berkegiatan di bantaran sungai di beberapa titik," ujarnya.
Dari gerakan bersih Sungai Ciliwung ini berhasil terkumpul sampah seberat 780 Kg.
Trending
Trending
Share and Care
Share and Care
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib