Kurikulum Merdeka Pendidikan Khusus

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Unduh
1656808996819_1656809024

Ilustrasi pendidikan khusus

Kerangka Dasar

Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan SIsdiknas dan standar nasional pendidikan

Mengembangkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik

Kompetensi yang Dituju

Capaian Pembelajaran untuk pendidikan khusus dibuat satu  untuk semua, pembedanya perketunaan ada pada alur tujuan pembelajaran yang dibuat dengan pendelivey an yang berbeda untuk setiap ketunaan

Capaian Pembelajaran untuk  pendidikan khusus menekankan pada kebermaknaan kompetensi mapel untuk menunjang kehidupan anak sehari-hari

Capaian Pembelajaran pendidikan khusus dibuat  peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dengan mengacu pada usia mental

1.    Fase A: pada umumnya usía mental ≤7 tahun

2.    Fase B: pada umumnya usía mental ±8 tahun

3.    Fase C: pada umumnya usia mental ±8 tahun

4.    Fase D: pada umumnya usía mental ±9 tahun

5.    Fase E: pada umumnya usía mental ±10 tahun

6.    Fase F: pada umumnya usía mental ±10 tahun

Untuk peserta didik tanpa hambatan intelektual dapat menggunakan CP -CP yang digunakan di pendidikan reguler dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum

Struktur Kurikulum

Jam pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan

Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi

Baca jugaIndonesia Darurat Sampah Plastik, India Larang Penggunaan Sekali Pakai

Program kebutuhan khusus  kedudukannya menjadi mapel wajib dan kedudukannya sejajar dengan mapel lainnya

Hanya dapat memilih satu jenis keterampilan sejak kelas VIII dengan maksud agar anak dapat lebih fokus pada keterampilan yang diminatinya sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan skills anak untuk bekerja

Capaian pembelajaran mengacu pada SK3PD (setara SKKNI)

Pembelajaran

Penguatan asesmen diagnostik. Asesmen tidak hanya untuk memperoleh profil peserta didik tetapi juga untuk menentukan  usia mental, fase belajar peserta didik serta  penyusunan program pembelajaran yang sesuai.

Asesmen diagnostik juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakat, minat anak serta faktor-faktor yang menjadi penghambat anak dalam belajar

Penguatan kemitraan, asesmen diagnostik utamanya dilakukan oleh tenaga profesional (psikolog) untuk menentukan usia mental dan penegakan diagnosa namun jika karena kondisi psikolog.

Tenaga ahli tidak ada perannya dapat digantikan oleh guru kelas/ guru BK. Hasil asesmen akan didiskusikan bersama

Penilaian

Penguatan asesmen diagnostik. Asesmen tidak hanya untuk memperoleh profil peserta didik tetapi juga untuk menentukan  usia mental, fase belajar peserta didik serta  penyusunan program pembelajaran yang sesuai.

Asesmen diagnostik juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakat, minat anak serta faktor-faktor yang menjadi penghambat anak dalam belajar

Penguatan kemitraan, asesmen diagnostik utamanya dilakukan oleh tenaga profesional (psikolog) untuk menentukan usia mental dan penegakan diagnosa namun jika karena kondisi psikolog.

Tenaga ahli tidak ada perannya dapat digantikan oleh guru kelas/ guru BK. Hasil asesmen akan didiskusikan bersama

Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah

Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan pendidikan

Perangkat Kurikulum

1.    Panduan guru dalam memilih dan mengembangkan materi, media, metode pembelajaran yang sesuai

2.    Panduan Asesmen dan Pembelajaran

3.    Panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah

4.    Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif

5.    Panduan penyusunan Program Pembelajaran Individual

6.    Panduan BK

7.    Model BK

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1663300762096_1663300811

Saintek

Wujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Bahasa Santun

SIAPBELAJAR.COM - Bahasa bukan sekadar sekumpulan kata atau seperangkat kaidah tata bahasa, melainkan khazanah berbagai refleksi pemikiran, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianut penuturnya. Komunik
1660345649325_1660345624

Saintek

Wirausaha Merdeka Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha

SIAPBELAJAR.COM - Jumlah wirausahawan di Indonesia terbilang rendah. Hanya 3,4 persen dari total jumlah penduduknya. Posisinya pun paling rendah diantra negara-negara Asia Tenggara. Untuk itu, Kemendi
1660083889890_1660083913

Saintek

SMPN 39 Padang Sumbar Ubah Sampah Jadi Karya

SIAPBELAJAR.COM - SMP Negeri 39 Padang merupakan salah satu Sekolah Penggerak di Provinsi Sumatra Barat yang berlokasi di pinggir pantai, tepatnya di Pantai Purus, Kota Padang. Sekolah ini berhasil me
1660084688705_1660084766

Saintek

Kurikulum Merdeka Beri Kebebasan Siswa Memilih Materi Pembelajaran

SIAPBELAJAR.COM – Implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menghasilkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang di masa depan. S
1660015293575_1660015306

Saintek

Terapkan Kurikulum Merdeka, Sekolah Tak Perlu Paksakan Diri Pengadaan Sarana

SIAPBELAJAR.COM - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wartanto, mengatakan, Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada peserta didik memilih ma