Kerangka Dasar
Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan SIsdiknas dan standar nasional pendidikan
Mengembangkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik
Kompetensi yang Dituju
Capaian Pembelajaran untuk pendidikan khusus dibuat satu untuk semua, pembedanya perketunaan ada pada alur tujuan pembelajaran yang dibuat dengan pendelivey an yang berbeda untuk setiap ketunaan
Capaian Pembelajaran untuk pendidikan khusus menekankan pada kebermaknaan kompetensi mapel untuk menunjang kehidupan anak sehari-hari
Capaian Pembelajaran pendidikan khusus dibuat peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dengan mengacu pada usia mental
1. Fase A: pada umumnya usía mental ≤7 tahun
2. Fase B: pada umumnya usía mental ±8 tahun
3. Fase C: pada umumnya usia mental ±8 tahun
4. Fase D: pada umumnya usía mental ±9 tahun
5. Fase E: pada umumnya usía mental ±10 tahun
6. Fase F: pada umumnya usía mental ±10 tahun
Untuk peserta didik tanpa hambatan intelektual dapat menggunakan CP -CP yang digunakan di pendidikan reguler dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum
Struktur Kurikulum
Jam pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan
Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi
Baca juga: Indonesia Darurat Sampah Plastik, India Larang Penggunaan Sekali Pakai
Program kebutuhan khusus kedudukannya menjadi mapel wajib dan kedudukannya sejajar dengan mapel lainnya
Hanya dapat memilih satu jenis keterampilan sejak kelas VIII dengan maksud agar anak dapat lebih fokus pada keterampilan yang diminatinya sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan skills anak untuk bekerja
Capaian pembelajaran mengacu pada SK3PD (setara SKKNI)
Pembelajaran
Penguatan asesmen diagnostik. Asesmen tidak hanya untuk memperoleh profil peserta didik tetapi juga untuk menentukan usia mental, fase belajar peserta didik serta penyusunan program pembelajaran yang sesuai.
Asesmen diagnostik juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakat, minat anak serta faktor-faktor yang menjadi penghambat anak dalam belajar
Penguatan kemitraan, asesmen diagnostik utamanya dilakukan oleh tenaga profesional (psikolog) untuk menentukan usia mental dan penegakan diagnosa namun jika karena kondisi psikolog.
Tenaga ahli tidak ada perannya dapat digantikan oleh guru kelas/ guru BK. Hasil asesmen akan didiskusikan bersama
Penilaian
Penguatan asesmen diagnostik. Asesmen tidak hanya untuk memperoleh profil peserta didik tetapi juga untuk menentukan usia mental, fase belajar peserta didik serta penyusunan program pembelajaran yang sesuai.
Asesmen diagnostik juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakat, minat anak serta faktor-faktor yang menjadi penghambat anak dalam belajar
Penguatan kemitraan, asesmen diagnostik utamanya dilakukan oleh tenaga profesional (psikolog) untuk menentukan usia mental dan penegakan diagnosa namun jika karena kondisi psikolog.
Tenaga ahli tidak ada perannya dapat digantikan oleh guru kelas/ guru BK. Hasil asesmen akan didiskusikan bersama
Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah
Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan pendidikan
Perangkat Kurikulum
1. Panduan guru dalam memilih dan mengembangkan materi, media, metode pembelajaran yang sesuai
2. Panduan Asesmen dan Pembelajaran
3. Panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah
4. Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif
5. Panduan penyusunan Program Pembelajaran Individual
6. Panduan BK
7. Model BK
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
11 June 2023 - 18:55 wib
12 August 2022 - 10:42 wib
22 July 2022 - 13:16 wib
19 July 2022 - 10:25 wib
15 July 2022 - 13:36 wib