Kurikulum Merdeka SD/SDLB/MI

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Unduh
1656809217645_1656809250

Ilustrasi pendidikan SD

Kerangka Dasar

Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.

Mengembangkan  profil pelajar Pancasila pada peserta didik

Kompetensi yang Dituju

Capaian pembelajaran yang disusun per fase

Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi

SD/sederajat terdiri dari:

1.    Fase A (umumnya setara dengan kelas I dan II SD)

2.    Fase B (umumnya setara dengan kelas III dan IV SD), dan

3.    Fase C (umumnya setara dengan kelas V dan VI SD)

Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu:

a.    pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan

b.    projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan

Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi

Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan dari IPA dan IPS

Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan pendidikan

Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari empat mata pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari

Pembelajaran

Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik

Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30% jam pelajaran)

Penilaian

Penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik

Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila

Tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah

Buku teks dan buku non-teks

Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan pendidikan

Perangkat Kurikulum

Panduan Pembelajaran dan Asesmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan program pembelajaran individual, modul layanan bimbingan konseling

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1663300762096_1663300811

Saintek

Wujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Bahasa Santun

SIAPBELAJAR.COM - Bahasa bukan sekadar sekumpulan kata atau seperangkat kaidah tata bahasa, melainkan khazanah berbagai refleksi pemikiran, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianut penuturnya. Komunik
1660345649325_1660345624

Saintek

Wirausaha Merdeka Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha

SIAPBELAJAR.COM - Jumlah wirausahawan di Indonesia terbilang rendah. Hanya 3,4 persen dari total jumlah penduduknya. Posisinya pun paling rendah diantra negara-negara Asia Tenggara. Untuk itu, Kemendi
1660083889890_1660083913

Saintek

SMPN 39 Padang Sumbar Ubah Sampah Jadi Karya

SIAPBELAJAR.COM - SMP Negeri 39 Padang merupakan salah satu Sekolah Penggerak di Provinsi Sumatra Barat yang berlokasi di pinggir pantai, tepatnya di Pantai Purus, Kota Padang. Sekolah ini berhasil me
1660084688705_1660084766

Saintek

Kurikulum Merdeka Beri Kebebasan Siswa Memilih Materi Pembelajaran

SIAPBELAJAR.COM – Implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menghasilkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang di masa depan. S
1660015293575_1660015306

Saintek

Terapkan Kurikulum Merdeka, Sekolah Tak Perlu Paksakan Diri Pengadaan Sarana

SIAPBELAJAR.COM - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wartanto, mengatakan, Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada peserta didik memilih ma