SIAPBELAJAR.COM - Sahabat siapbelajar, tentunya sudah tidak asing lagi dengan brand kosmetik revlon yang kerap kali digemari oleh para ladies ini.
Kabarnya kini perusahaan kosmetik Revlon telah mengajukan kebangkrutannya di AS, karena adanya gangguan rantai pasokan yang telah menaikkan biaya bahan baku untuk produknya.
Baca juga: Menko PMK, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi di SMK
Alasan Pengajuan Kebangkrutan
Perusahaan yang sudah berusia 90 tahun itu mengatakan bahwa mereka telah berjuang dengan pembayaran pemasok, inflasi dan kekurangan tenaga kerja.
Dalam pengajuan pengadilan, perusahaan mengatakan bahwa gangguan rantai pasokan telah mendorong persaingan yang ketat untuk bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetiknya. Perusahaan juga menambahkan bahwa pemasok juga meminta untuk dibayar di muka untuk pesanan yang mereka buat.
“Hal ini telah menyebabkan kekurangan bahan-bahan yang diperlukan di seluruh portofolio perusahaan" kata Robert Caruso selaku Revlon’s Chief Restructuring. “Misalnya, satu tabung lipstik Revlon membutuhkan 35 hingga 40 bahan baku dan suku cadang, yang masing-masing sangat penting untuk membawa produk ke pasar,” tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Revlon telah menghadapi persaingan yang meningkat dari merek-merek milik selebriti seperti Kylie Jenner's Kylie Cosmetics dan Fenty Beauty Rihanna.
“Pengajuan kebangkrutan akan memungkinkan perusahaan untuk menawarkan produk ikonik yang telah kami berikan selama beberapa dekade kepada pelanggan kami sambil memberikan jalur yang lebih jelas untuk pertumbuhan kami di masa depan” kata Debra Perelman selaku CEO Revlon.
Revlon didirikan pada tahun 1932 oleh Charles bersaudara,
yaitu Joseph Revson dan Charles Lachman. Pada saat itu mereka mulai menjual cat
kuku. Kemudian pada pertengahan 1950-an produknya telah menjadi merek
internasional.
Share and Care
Trending
Saintek
Ekonomi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib