SIAPBELAJAR.COM - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Aqil Irham terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) untuk segera mensertifikasi halal produk-produknya guna meningkatkan daya saing di pasar global.
Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ini diperuntukkan bagi pendamping PPH di Kota Blitar. Dengan bertemakan "Knowledge Sharing Pendamping Proses Produk Halal (PPH)"
Baca Juga: Progres Bendungan Sepaku Semoi Sudah Capai 56Persen, Direncaranan Rampung pada Awal 2023
Aqil berharap
pemahaman ini dapat disampaikan para pendamping UMK. "Ini untuk
mengakselerasi capaian sertifikasi halal yang saat ini tengah dilakukan
pemerintah,"ungkap nya.
"Saat ini masih banyak UMK yang masih beranggapan belum
penting memiliki sertifikasi halal. Padahal, selain menjadi jaminan bagi
masyarakat, sertifikasi halal ini merupakan pintu masuk jika ingin masuk ke
persaingan global," ungkap Aqil Irham saat memberikan materi tentang
Akselerasi Sertifikasi Halal, di Universitas Islam Balitar, Blitar, Kamis
(23/6/2022).
BPJPH menargetkan 10 Juta produk bersertifikat halal pada
tahun 2022, untuk itu dibutuhkan partisipasi 3,6 juta pelaku usaha dengan 36
ribu pendamping PPH.
Dengan dimaksudkan 1 pendamping menargetkan 100 pelaku
usaha.
Baca Juga: Disdik Jabar akan Sanksi Sekolah yang Melakukan Pungli PPDB
Mungkin masih jauh dari yang ditargetkan sebesar 36 ribu pendamping, tapi BPJPh masih terus berusaha melalui sejumlah strategi intuk dapat mempercepat pencapaian. Salahsatunya dengan bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait termasuk Universitas UNISBA.
Trending
Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi
Religi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib