SIAPBELAJAR.COM - H&M telah mengumumkan akan meninggalkan Rusia, namun untuk sementara mereka akan membuka kembali tokonya di sana untuk menjual sisa stoknya.
Retail pakaian terbesar kedua di dunia itu mengatakan tidak mungkin untuk melanjutkan bisnisnya di Rusia karena perangnya dengan Ukraina.
Penangguhan
Keputusan tersebut muncul setelah perusahaan Swedia menangguhkan semua penjualan di Rusia pada Maret lalu, tidak lama setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari.
Tidak Mungkin Dilanjutkan
H&M diketahui
memiliki lebih dari 150 toko dan sekitar 6.000 staf di Rusia.
Pihaknya belum
memberikan tanggal atau skala waktu untuk keluarnya.
"Setelah mempertimbangkan dengan cermat, kami melihatnya tidak mungkin melanjutkan bisnis kami di Rusia, mengingat situasi yang dihadapi saat ini" kata Kepala Eksekutif, Helena Helmersson.
Baca juga: Vladimir Putin Janji Melarang Pembayaran dengan Cryptocurrency di Rusia
"Kami sangat sedih tentang dampak ini pada rekan-rekan kami dan sangat berterima kasih atas semua kerja keras dan dedikasi mereka. Selanjutnya, kami ingin berterima kasih kepada pelanggan kami atas dukungan mereka selama ini" tambah dia.
H&M adalah salah
satu dari banyaknya merek yang menarik diri dari Rusia dalam beberapa bulan
terakhir. Banyak yang mengatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan setelah invasi
oleh sekutu Barat telah membuat perdagangan tidak dapat bertahan dan di
beberapa sektor menjadi tidak mungkin.
Beberapa lainnya telah meninggalkan sebagai aksi dalam mengambil sikap moral pada perang, atau menanggapi tekanan dari konsumen untuk bertindak.
Sebelum menangguhkan
penjualan, Rusia merupakan pasar terbesar keenam H&M yang menyumbang
sekitar 4% dari penjualan grup pada kuartal keempat 2021.
Raksasa mode ini telah
memperluas kehadirannya di Rusia sejak mulai beroperasi di sana pada tahun
2009, termasuk membuka toko dengan nama merek lain dalam portofolionya
dianataranya adalah Weekday dan & Other Stories. Sebelumnya, pembeli Rusia
dapat memesan pakaian dari merek Monki dan Cos secara online.
Perkiraan H&M yang
berangkat dari Rusia akan menelan biaya sekitar dua miliar Krona Swedia (£160
juta) atau sekitar Rp 2,8 triliun.
Trending
Saintek
Trending
Saintek
Trending
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib