SIAPBELAJAR.COM- Konflik Rusia Ukraina berimbas terhadap perekonomian global, tidak terkecuali Indonesia. Konflik ini berpengaruh bagi kinerja perdagangan antara Indonesia dengan kedua negara.
Komoditas utama ekspor ke kedua negara, merupakan komoditas utama Indonesia yakni CPO dan turunannya, sementara 25,91% impor tepung gandum berasal dari Ukraina.
Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, perang di Rusia-Ukraina membuat harga gandum naik. Kedua negara itu merupakan penghasil gandum terbesar.
Setidaknya, Rusia-Ukraina menyumbang sekitar 30 persen-40 persen gandum dari kebutuhan dunia. Dengan begitu, gangguan sekecil apapun atas distribusi gandum dari dua negara itu pasti akan berdampak pada kelangkaan dan lonjakan harga.
Sementara, gandum adalah salah satu bahan baku mi instan. Saat ini, Indonesia masih mengimpor gandum untuk memproduksi mi instan.
Alhasil, kenaikan harga gandum di pasar internasional otomatis ikut mengerek harga mi instan.
"Harga Super Mie, Indomie, tetek bengek mi-mi itu akan naik, enggak bisa dihindari," ucap Moeldoko kepada Detik.com.
Baca Juga: Indonesia Konsumsi Mie 12,64 Miliar Bungkus Per Tahun, Tiongkok & Hong Kong 46,35 Miliar
Lantas, berapa harga mi instan saat ini?
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Shopee, harga mi instan dijual mulai dari Rp2.000 per bungkus. Salah satu penjual membanderol Mie Sedaap sebesar Rp2.520 per bungkus.
Kemudian, ada pula yang menjual Indomie rasa soto mie, ayam bawang, dan kari ayam sebesar Rp2.950-Rp3.500 per bungkus.
Pedagang lain menjual Indomie goreng sekitar Rp2.590-Rp3.092 per bungkus. Kemudian, mi instan merek Gaga dijual sekitar Rp3.104-Rp3.298 per bungkus.
Harga mi instan di e-commerce lain, Tokopedia, terbilang cukup kompetitif. Sebab, harganya mirip-mirip dengan pedagang yang menjual di Shopee.
Mie Sedaap misalnya, pedagang menjual produk itu seharga Rp2.510 per bungkus. Begitu juga dengan Indomie goreng dan Indomie kuah yang dijual sekitar Rp2.623-Rp2.800 per bungkus.
Pedagang lain menjual Indomie goreng dan Indomie kuah sebesar Rp2.990 per bungkus. Ada pula yang menjual Indomie kuah hingga Rp3.150 per bungkus.
Sementara, pedagang menjual mi instan merek Gaga mulai dari Rp2.000-Rp3.000 di
Tokopedia.
Dampak lain yang dirasakan, dengan naiknya harga energi secara global. Kenaikan ini menekan kondisi fiskal karena meningkatnya subsidi untuk penggunaan BBM dan LPG.
Setiap kenaikan harga minyak mentah US$1 per barel berdampak pada kenaikan subsidi LPG sekitar Rp1,47 triliun, minyak tanah Rp49 miliar, dan beban kompensasi BBM lebih dari Rp2,65 triliun.
Selain itu, kenaikan ICP US$1 per barel berdampak pada tambahan
subsidi dan kompensasi listrik sebesar Rp295 miliar.
DPR perlu mendorong Pemerintah untuk
mengambil langkah-langkah antisipatif agar tingkat inflasi terkendali di tengah
harga beberapa komoditas global yang meningkat.
Trending
Saintek
Saintek
Trending
Saintek
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib