SIAPBELAJAR.COM - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Kereta Cepat Indonesia China
(KCIC) terus berupaya mempersiapkan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)
semaksimal mungkin sehingga tes dinamis KCJB dapat dilakukan pada November 2022
bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo mengatakan tengah mendiskusikan besaran pembengkakan biaya atau cost overrun proyek kereta Cepat Jakarta-Bandung antara US$ 1,1-1,9 miliar.
Saat ini, kata dia, proyek itu secara bertahap tengah diaudit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.
Saat ini, progres investasi proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung telah
mencapai 85 persen. Sementara itu, progres fisiknya telah mencapai 76 persen.
KCJB akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km yang akan berhenti di
empat stasiun yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan
Tegalluar (Bandung).
"Dalam pembahasan di Beijing kita mengusulkan proporsi tetap 25 (ekuitas): 75 pinjaman CDB (China Development Bank). Di mana dari 25 persen tersebut, 60 persen adalah porsi ekuitas konsorsium Indonesia," kata Kartika
Harus Segera Selesai
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada media Erick Thohir
menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen segera menyelesaikan proyek
pembangunan KCJB. Pasalnya, pembengkakan biaya proyek atau cost overrun bakal tak terelakkan jika
proyek tersebut terus tertunda.
"Kalau kereta cepat ini terus-terusan ditunda, harga pembangunannya
tahun depan lebih mahal lagi, artinya harus segera diselesaikan," kata Erick
Tohir
Dia
mencontohkan kondisi ini seperti saat seseorang membangun rumah. Menurut Erick,
ketika seseorang mampu menyelesaikan pembangunan rumahnya pada tahun dia
merencanakan pembangunan, maka tidak akan terjadi pembengkakan biaya
proyek.
"Seperti yang membangun rumah aja. Artinya membangun rumah hari ini dibandingkan membangun rumah setahun yang lalu lebih mahal 40 persen," ujar Erick.
Pembengkakan
biaya proyek ini, menurut dia, paling sederhana terlihat saat proses
pembangunan MRT Jakarta yang dikerjakan oleh pihak Jepang. Ketika itu, proses penyelesaiannya
tertunda hingga 20 tahun.
Oleh karena
itu, dia berujar, Presiden Joko Widodo pada saat bertemu dengan Perdana Menteri
Jepang Fumio Kishida di Tokyo pada akhir Juli 2022 kembali meminta komitmen
Jepang untuk menuntaskan seluruh pembangunan proyek MRT yang sudah direncankan.
"Tapi saya yakin MRT yang dibangun pada saat itu sama hari ini kondisinya lebih mahal, makanya kemarin tendernya sempat gagal karena harganya sudah lebih mahal," kata Erick.
Pertama di ASEANVice President Public Relations PT KAI Joni Martinus mengatakan kereta cepat Jakarta Bandung akan dikenakan tarif tiket berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu.
"Namun saat ini tarif tersebut
masih terus dikaji dalam berbagai aspek," kata Joni dalam keterangan
tertulis pada Rabu, 3 Agustus 2022.
Joni mengklaim
hadirnya KCJB akan menjadikan Indonesia dengan layanan kereta api cepat pertama
di ASEAN. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memberikan alternatif transportasi
kepada masyarakat yang ingin bepergian dengan cepat, aman, dan nyaman diantara
kedua wilayah tersebut.
Satu rangkaian KCJB terdiri dari delapan kereta dengan kapasitas
sebanyak 601 pelanggan. Adapun kelas pelayanannya terbagi menjadi VIP Class
sebanyak 18 pelanggan, First Class sebanyak 28 pelanggan, dan Second Class
sebanyak 555 pelanggan.
Kecepatan maksimal yang dapat ditempuh KCJB yaitu 350 km per jam dengan
waktu tempuh Jakarta - Bandung atau sebaliknya yaitu 36 - 45 menit saja.
Ekonomi
Ekonomi
Religi
Ekonomi
Religi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib