SIAPBELAJAR.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 24,07 poin atau 0,34 persen ke level 7.177 pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing mencatat jual bersih atawa net sell di seluruh pasar sebesar Rp927,95 miliar.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah sebanyak tiga kali dan menguat dua kali. Secara total, performa indeks saham menguat 0,59 persen.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebut kapitalisasi pasar bursa menguat 0,68 persen, yaitu dari Rp9.315,733 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.378,890 triliun.
Hal serupa terjadi pada rata-rata frekuensi harian bursa yang meningkat 1,80 persen dari 1,236 juta transaksi menjadi 1,258 juta transaksi. Peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar 9,33 persen dari 26,975 miliar saham jadi 29,490 miliar saham.
"Penguatan 6,99 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa, menjadi sebesar Rp14,504 triliun dari Rp13,557 triliun pada pekan lalu" ungkapnya, seperti dikutip dari cnn, Senin (5/9).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG akan bergerak sideways atau cenderung turun di rentang support 7.015 dan resistance 7.023.
Menurutnya, pelemahan disebabkan oleh rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed demi menekan inflasi hingga 2 persen.
elain itu, IHSG juga akan dipengaruhi oleh rilis data cadangan devisa Indonesia dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang diperkirakan cenderung naik tipis.
Herditya menerangkan IHSG pekan ini juga akan dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar (BBM) yang akan meningkatkan inflasi. Namun, kenaikan harga BBM hanya memengaruhi IHSG secara terbatas.
"Kenaikan BBM ini tidak akan serta merta mempengaruhi pergerakan IHSG secara negatif. Pun berpengaruh, kami perkirakan hanya short term shock saja, karena yang berpengaruh negatif terhadap IHSG adalah kenaikan inflasi, ditambah dengan kenaikan suku bunga plus current account Indonesia yang defisit," ujarnya
Karena kondisi tersebut, Herditya merekomendasikan saham energi dan properti bisa menjadi pilihan utama. Pertama, PT Delta Dunia Makmur Tbk atau DOID yang menguat 9,42 persen ke posisi 418 pada penutupan minggu lalu. Herditya memprediksi DOID berada di posisi 450 hingga 480 pada pekan ini.
Kedua, PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITMG yang ditutup menguat 0,68 di posisi 40.475. Ia memprediksi ITMG dapat menyentuh posisi 41.000 hingga 42.500.
Ketiga, untuk sektor properti, Herditya merekomendasikan PT Alam Sutera Realty Tbk atau ASRI yang ditutup melemah 0,56 persen ke posisi 178. Ia perkirakan ASRI dapat menyentuh posisi 184 hingga 190.
Terakhir, PT Bumi Serpong Damai Tbk atau BSDE yang ditutup menguat 0,54 persen di posisi 939. Herditya memprediksi BSDE dapat menyentuh posisi 960 hingga 970 pekan ini.
Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi memproyeksikan selama sepekan ke depan, IHSG akan berada di rentang support 6.950 dan resistance 7.240.
Ia memperkirakan rencana kenaikan harga BBM menjadi sentimen negatif bagi pasar saham karena diprediksi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pengaruhnya (kenaikan harga BBM) adalah berdampak pada tertekannya daya beli masyarakat, serta kenaikan harga barang yang disebabkan cost production meningkat," kata Oktavianus.
Namun, ia memperkirakan IHSG akan mendapatkan sentimen positif dari rilis data neraca perdagangan Agustus yang diprediksi akan surplus dengan konsensus di atas US$3 miliar.
Selanjutnya, rilis data ekspor Agustus dengan harga beberapa komoditas yang cenderung menguat juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham.
Oleh karenanya, Oktavianus merekomendasikan sektor energi dan basic materials. Di sektor energi, saham yang direkomendasikan untuk dikoleksi mencakup PT Delta Dunia Makmur Tbk atau DOID yang menguat 9,42 persen ke posisi 418 pada penutupan minggu lalu. Saham emiten ini diprediksi bisa mencapai posisi 450.
Kemudian dari sektor basic materials, ia merekomendasikan PT Barito Pacific Tbk atau BRPT yang melemah 4,24 di posisi 860 pada pekan lalu. Saham emiten ini diprediksi bisa mencapai posisi 930.
Ekonomi
Ekonomi
Religi
Ekonomi
Religi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib