SIAPBELAJAR.COM - Jepang
akan kembali membuka pintunya untuk turis asing setelah lebih dari dua tahun
menutup perbatasan karena pandemi Covid.
Mulai 11 Oktober, wisatawan
akan dapat mengunjungi Jepang tanpa visa dan tidak perlu lagi melalui agen
perjalanan. Batas kedatangan harian juga akan dicabut.
Pengumuman Jepang
datang bersamaan dengan waktu yang sama ketika Taiwan dan Hong Kong melonggarkan
aturan masuk bagi pengunjung.
Taiwan akan membatalkan
persyaratan karantina untuk kedatangan internasional pada pertengahan Oktober,
sementara Hong Kong mengatakan akan beralih dari karantina hotel ke persyaratan
tinggal di rumah mulai 26 September.
Untuk Jepang, gelombang
masuk wisatawan yang diantisipasi akan menjadi dorongan yang disambut baik oleh
pemerintah dan bisnis lokal serta datang ketika yen Jepang telah merosot ke
titik paling lambat terhadap dolar Amerika Serikat dalam enam bulan.
“Jepang akan
melonggarkan tindakan pengendalian perbatasan agar setara dengan Amerika Serikat”
kata Perdana Menteri, Fumio Kishida.
Jepang telah
mengizinkan pengunjung sejak bulan Juni lalu, namun mereka harus menjadi bagian
dari tur dari agen perjalanan.
Skema Insentif Perjalanan Domestik
Mr Kishida juga
mengumumkan skema insentif perjalanan domestik yang akan memberikan diskon
perjalanan, harga taman hiburan, acara olahraga dan konser. Penduduk dan warga
negara Jepang akan memenuhi syarat untuk subsidi sebesar 11,000 yen atau
sekitar Rp 1,1 juta.
Program serupa juga telah
diperkenalkan pada pembukaan kembali negara lain untuk mendorong penduduk
setempat untuk berbelanja dan mendorong ekonomi.
Namun, seperti yang
terjadi di tempat lain, kenaikan biaya hidup telah menjadi perhatian dominan
bagi penduduk setempat.
Perbatasan Akibat Pandemi Covid
Negara dengan ekonomi
terbesar ketiga di dunia itu merupakan salah satu kekuatan Asia terakhir yang
menutup perbatasannya karena masalah kesehatan Covid.
Tingkat kematiannya merupakan
yang terendah di antara negara-negara terkaya di dunia, sementara tingkat
vaksinasinya termasuk yang tertinggi.
Tidak Menerapkan Protokol Kesehatan dan Jumlah
Wisatawan pada Tahun 2019
Jepang juga tidak
pernah mengamanatkan lockdown ataupun
pemakaian masker, namun banyak penduduk setempat dengan mudah mengadopsi
perlindungan.
Jepang melihat hampir
32 juta orang asing berkunjung pada tahun 2019 sebelum pandemi.
Pembatasan pada wisatawan
dalam beberapa bulan terakhir telah menghalangi banyak orang asing untuk
berkunjung.
Ekonomi
Trending
Trending
Trending
Trending
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib