Menampi atau Napian menjadi salah satu Suguhan Atraktif di Desa Wisata Hanjeli, Waluran, Kabupaten sukabumi
SIAPBELAJAR.COM - Tahukah Anda? di sebuah desa yang bernama Desa Waluran Mandiri ada yang bernama Desa Wisata Hanjeli? Desa yang berada di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini telah memenangkan Creative Tourism Destination Award (CTDA) 2022, kategori Sustainable Development Goals (SDGs).
Penggagasnya adalah Hidayat Asep, pemuda pelopor yang awalnya mendedikasikan dirinya untuk daerah dengan melakukan kegiatan eksplorasi alam untuk menemukan hidem gem di pelosok Kabupaten Sukabumi sehingga dapat dinikmati sebagai destinasi wisata yang menawan, mudah dan murah terlebih Kabupaten Sukabumi secara resmi telah mendapatkan pengakuan dari Unesco mengenai Geopark Ciletuh.
Menjadi salah satu pemenang pada Creative Tourism Destination Award (CTDA) 2022, kategori Sustainable Development Goals tentu menjadi pencapaian dan kebanggaan tersendiri yang diraih oleh Desa Wisata Hanjeli pada tahun 2022.
Dan penghargaan tersebut diterima 19 Mei, di Jakarta setelah lolos 50 besar pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Di mana dalam ajang tersebut ada tiga kategori penghargaan, yakni: Kategori Digital, Kategori Youth dan Kategori SDGs.
Desa Wisata Hanjeli Desa Wisata Hanjeli adalah salah satu Eduwisata yg bergerak dalam bidang pangan lokal yang sudah sangat langka.
Tak banyak pula orang yang mengetahui bahwa hanjeli dalam bahasa Sunda (Jalijali dalam bahasa betawi) adalah sumber pangan yang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan.
Dalam sebuah kesempatan Hidayat Asep berbicara dengan kontributor Siapbelajar.com bahwa tujuan awalnya hingga terbentuk desa hanjeli adalah untuk mengkonservasi pangan lokal, lalu Membuat olahan dari hanjeli dengan pendekatan eduwisata agae ada nilai tambah untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
"Ada beberapa jenis hanjeli, diantaranya ada hanjeli batu dan hanjeli ketan, hanjeli batu biasanya dijadikan bahan baku kerajinan atau aksesoris. Nah, hanjeli ketan itulah yang bisa diolah menjadi sumber pangan," kata Asep kepada Siapbelajar.com (3/6)
Dan jika Anda berkesempatan datang ke desa wisata hanjeli ini, Anda akan diajak untuk belajar mengenal pangan lokal langsung di tempat budidayanya, Anda pun dapat merasakan bagaimana rasanya jadi petani hanjeli karena akan diberi pengetahuan tentang cara bertanam sampai memanen Hanjeli menggunakan alat tradisional.
Anda pun akan berkenalan atau mengingat lagi dengan benda yang bernama lisung, kegfiatan menapi/menampi Hanjeli menggunakan Nampah, Belajar membuat dodol hanjeli dan rengginang Hanjeli dan mengingat lagi permainan anak- anak jaman dahulu.
Hanjeli
Hanjeli merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian tropis dari suku padi-padian atau Poaceae dengan nama lain Coix lacyma-Jobi L. Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan Malaya, namun sekarang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia.
Beberapa varietas memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan juga obat. Hanjeli adalah nama popular di daerah Jawa Barat, sedangkan nama popular Indonesia adalah Jali atau Jali-jali.
Tanaman ini menyebar di berbagai ekosistem lahan pertanian yang beragam dari daerah iklim kering, basah, lahan kering maupun lahan basah di Sumatera, Sulawesi,Kalimantan, dan Jawa.
Melansir laman litbang Kementrian Pertanian Republik Indonesia, diterangkannya bahwa ada dua varietas yang ditanam orang, yaitu Coix lacryma-jobi var. lacryma-jobi yang memiliki cangkang keras berwarna putih, bentuk oval dan dipakai untuk mani-manik.
Varietas yang lainnya adalah Coix lacryma-jobi var. mayuen yang dimakan orang dan juga menjadi bagian dari tradisi pengobatan di Tiongkok.
Jali merupakan rumpun setahun, rumpunnya banyak, batangnya tegak dan besar, tinggi 1-3 m, akarnya kasar dan sulit dicabut. Letak daunnya berseling, helaian daun berbentuk pita, ukuran daun 8-100x1,-5 cm, ujung daun runcing, pangkalnya memeluk batang, tepinya rata.
Bunga keluar dari ketiak daun dan ujung percabangan, berbentuk bulir. Buahnya berbentuk buah batu, bulat lonjong, pada varietas mayuen berwarna putih/biru-ungu dan berkulit keras apabila sudah tua.
Jenis buah yang dibudidayakan lunak dan dapat dibuat bubur, sedangkan jenis liar keras dan dapat digunakan untukmanik-manik pada kalung.
Di Jawa Barat, tanaman ini ditanam petani masih secara konvensional sebagai tanaman langka, dan dapat ditemukan di Punclut Kabupaten Bandung, Cipongkor, Gunung Halu, Kiarapayung, Rancakalong , Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Sukabumi, Garut, Ciamis dan Indramayu. Masyarakat setempat sudah biasa menikmatinya hasil olahan hanjeli ini sebagai bubur, tape, dodol dan sebagainya.
Saintek
Seniraga
Saintek
Trending
Trending
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib