SIAPBELAJAR.COM - Isu akan terganggu lajunya ekonomi global semakin menyeruak, kini giliran Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Ia mengatakan, semua negara harus bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri
Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI bersama
Menteri Keuangan RI pada (7/6/22).
Baca
juga: Kabar Tidak Sedap dari Elon Musk Tentang Masa Depan Ekonomi
Global
Masalah
keuangan yang akan terjadi adalah kenaikan suku bunga yang mendorong
perlambatan ekonomi.
Sri Mulyani
mengatakan bahwa hal tersebut harus diwaspadai setelah Amerika Serikat (AS)
menaikan suku bunga, hal tersebut menurut Menkeu, bisa saja memicu krisis
ekonomi di berbagai belahan dunia.
"Setiap
kenaikan suku bunga naik di AS, pasti terjadi krisis di berbagai dunia,"
ujar Sri Mulyani pada Selasa (7/6/2022).
Contohnya
pada tahun 1980, ujar Menkeu, ketika AS menaikkan suku bunga sampai 20%
sehingga pada waktu itu negara-negara di Amerika latin seperti Brasil,
Argentina dan Meksiko mengalami krisis keuangan. Hal serupa juga terjadi lagi
pada tahun 1990 di mana suku bunga AS naik menjadi 9,75%.
Baca
juga: Bicara Sampah Tak Ada Habisnya, Paper Hope Hiasi Taman Hutan
Kota Tasikmalaya
"Indonesia
harus melihat guncangan ini, kami harus menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya
beli masyarakat. Kami tidak ingin hanya ekonomi pulih tetapi masyarakat
kondisinya membaik," tambahnya.
Tahun ini,
beberapa negara sudah mengalami tekanan tersebut. Selain disebabkan oleh
perubahan kebijakan moneter AS, hal ini juga disebabkan karena adanya dampak
dari pandemi Covid-19 serta perang Rusia dan Ukraina.
Negara-negara
yang sudah mengalami tekanan tersebut di antaranya Srilanka, Pakistan,
Argentina hingga Turki.
"Situasi itu tidak berdiri sendiri dan akibat policy di dalam negeri, ketahanan dan global yang makin menekan," pungkasnya.
Ekonomi
Ekonomi
Trending
Trending
Ekonomi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib