Gundah Ajip Rosidi Ketika Sastrawan Sunda Kurang Diapresiasi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Seniraga
1655176688808_1655176711

Hadiah Sastra Rancage, pertama diberikan pada 1989, digagas sebagai bentuk apresiasi kepada pengarang bahasa daerah.

SIAPBELAJAR.COM - Rabu, 29 Juli 2020, sekitar pukul 22.30 WIB, dunia sastra berduka. Seorang sastrawan kelahiran Cirebon, 31 Januari 1938, meninggal dunia. Dialah Ajip Rosidi, pengarang dan sastrawan yang serbabisa.

Selain menulis puisi, ia juga mengarang cerita pendek, novel, naskah drama, hingga esai.

“Tahun-Tahun Kematian” merupakan karya perdananya yang terbit pada 1955. Selang satu tahun, kumpulan puisinya yang berjudul “Pesta” diganjar Hadiah Sastra Nasional BMKN. Masih banyak karyanya yang mendapatkan beragam penghargaan.

Kendati tidak berpendidikan tinggi, Ajip yang sempat sekolah SMA di Jakarta namun tidak berijazah, sangat produktif berkarya. Di usianya yang masih belia, saat duduk di SMP, ia dipercaya menjadi pengasuh majalah Soeloeh Peladjar.

Sejumlah amanah pernah disandangnya, seperti menjadi redaktur majalah Prosa, redaktur Budaya Jaya, hingga menjabat ketua Paguyuban Pengarang Sastra Sunda.

Bahkan, pada 1965 s.d. 1968, ia menjadi dosen di Universitas Padjadjaran. Juga menjadi staf ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1978 s.d. 1980.

Bukan hanya di Indonesia, ia juga diangkat menjadi guru besar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku; Universitas Bahasa-Bahasa Asing Osaka, dan sejumlah perguruan tinggi di Jepang, seperti Osaka Gaidai dan Tenri Daigaku.

Saat tinggal di Osaka, Ajip dilanda gundah. Ia merasa prihatin terhadap nasib sastrawan Sunda yang kurang diapresiasi. Banyak pengarang bahasa daerah yang produktif tapi honornya sedikit. Padahal, kualitasnya jempolan. Karya-karyanya bermutu tinggi.

Lantas terbesitlah ide dalam benak Ajib untuk memberi hadiah sastra kepada para pengarang berbahasa daerah. Maka, pada 1989, untuk kali pertama Hadiah Sastra Rancage diberikan kepada Yus Rusyana, pengarang kumpulan cerita pendek “Jajatén Ninggang Papastén”. Waktu itu ia mendapatkan piagam dan uang Rp1 juta.

Sejak saat itu, Hadiah Sastra Rancage rutin diberikan setiap tahun. Selain karya sastra Sunda, penghargaan tersebut juga diberikan kepada pengarang yang dianggap berjasa besar terhadap perkembangan sastra Sunda. Termasuk kepada pengarang yang menerbitkan buku bacaan kanak-kanak berbahasa Sunda yang diganjar Hadiah Samsudi, sejak 1993.

Sasar Pengarang Luar Jabar

Pemberian Hadiah Sastra Rancage rutin digelar setiap tahun. Untuk menjaga kesinambungan, dibuatlah Yayasan Kebudayaan Rancage pada 23 Maret 1993. Tujuannya, untuk membina dan mengembangkan sastra budaya daerah dan nasional.

Tak heran, sejak 1994, Hadiah Sastra Rancage diberikan juga kepada pengarang sastra berbahasa Jawa. Empat tahun berselang, 1998, penghargaan serupa diberikan kepada sastrawan Bali. Sesuai sprit rancage yang berarti kreatif, Hadiah Sastra Rancage telah diberikan kepada banyak pengarang yang produktif menulis menggunakan bahasa daerah.

Baca juga: Bus Shalawat Siap Menemani Jamaah Haji Indonesia

Pada 2021 kemarin, Hadiah Sastra Rancage diberikan kepada enam sastrawan, yaitu Dadan Sutisna (Sasalad - novel), Supali Kasim (Sawiji Dina Sawiji Mangsa - kumpulan puisi berbahasa Jawa), Komang Berata (Nglekadang Mèmè – kumpulan cerpen), Elly Dharmawanti (Dang Miwang Miku Ading – kumpulan puisi), Lukman Hakim AG (Sagara Aeng Mata Ojan – kumpulan puisi), Risnawati (Pelesir ka Basisir – cerita pendek).

Selain piagam dan piala, para pemenang diberikan uang tunai sebesar Rp7,5 juta. Nominal itu bisa jadi kecil bila dibandingkan dengan penghargaan lain. Namun, seperti yang selalu diucapkan Ajip Rosidi, yang utama bukanlah jumlah nominal, tapi bentuk perhatian dan penghargaannya. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1655176688808_1655176711

Seniraga

Gundah Ajip Rosidi Ketika Sastrawan Sunda Kurang Diapresiasi

SIAPBELAJAR.COM - Rabu, 29 Juli 2020, sekitar pukul 22.30 WIB, dunia sastra berduka. Seorang sastrawan kelahiran Cirebon, 31 Januari 1938, meninggal dunia. Dialah Ajip Rosidi, pengarang dan sastrawa
1654930428620_1654930450

Seniraga

A. A. Navis, Satiris Ulung Sarat Penghargaan

SIAPBELAJAR.COM - Ali Akbar Navis atau lebih dikenal dengan nama A. A. Navis adalah sastrawan asal Padang Panjang, Sumatera Barat, yang telah membuat banyak karya. Satu di antaranya adalah cerpen "R