Hari Donor Darah Sedunia: WHO Mendesak Para Donor Darah untuk 'Bergabung Dalam Upaya' untuk Menyelamatkan Nyawa
SIAPBELAJAR.COM - Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day), WHO telah mendesak calon donor darah di seluruh dunia untuk “join the effort” atau "bergabung dalam upaya" untuk menyelamatkan nyawa, meningkatkan kesehatan dan memajukan kesetaraan kesehatan dengan melakukan donor darah secara teratur, sukarela, dan tidak dibayar.
Jumlah Donor Darah di Seluruh Dunia
Menurut Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara "Diperkirakan 118,5 juta donor darah dikumpulkan di seluruh dunia, di mana sekitar 40% dikumpulkan dari negara-negara berpenghasilan tinggi, dan tempat tinggal hanya berkisar 16% dari populasi dunia.
Sedangkan di negara-negara berpenghasilan rendah, sebagian besar transfusi darah diberikan kepada anak-anak di bawah usia lima tahun, dan untuk mengelola komplikasi terkait kehamilan, menjadikan sumbangan rutin oleh donor sukarela yang tidak dibayar sebagai alat penting dalam memerangi kematian ibu, bayi baru lahir, dan anak".
“Diperkirakan dua juta lebih unit darah sangat dibutuhkan dari donor sukarela yang tidak dibayar di wilayah daerah untuk membantu pasien dari semua kalangan usia untuk hidup lebih lama dan dengan kualitas hidup yang lebih tinggi, untuk mendukung prosedur medis dan bedah yang kompleks, dan untuk mempercepat kemajuan menuju cakupan kesehatan universal, ketahanan sistem kesehatan dan kesehatan untuk semuanya" kata Singh.
Peningkatan Jumlah Donor Darah
Dari tahun 2008 hingga 2018, dilaporkan adanya peningkatan proporsional tertinggi dalam donor darah sukarela yang tidak dibayar di antara semua wilayah WHO dan terjadi peningkatan tertinggi kedua dalam jumlah yang absolut.
Baca juga: Gundah Ajip Rosidi Ketika Sastrawan Sunda Kurang Diapresiasi
Rencana Aksi Nasional untuk Donor Darah
Kemudian, Singh lebih lanjut akan menekankan rencana aksi nasional untuk donor darah. Ia mengatakan bahwa beberapa prioritas perlu mendapat perhatian.
Yang pertama adalah pembuat kebijakan dan pengelola program. Mereka harus mengkaji ulang dan jika sudah sesuai maka dapat memperbarui rencana aksi donor darah nasional serta dapat memobilisasi pembiayaan yang memadai.
“Kedua, pengelola administrasi dan pengelola fasilitas kesehatan harus meningkatkan kapasitas petugas kesehatan untuk mengumpulkan, menyimpan dan mengelola darah secara aman, menanamkan budaya mutu yang mencakup semua aspek rantai transfusi darah,” katanya menambahkan.
Ketiga, pembuat kebijakan harus menstandardisasi pengumpulan dan pelaporan data serta menerapkan sistem yang seragam untuk ketertelusuran, pengawasan, kewaspadaan untuk penyedia sektor publik dan swasta.
Trending
Trending
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib