SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi akan mengumumkan kenaikan tarif listrik mulai 1 Juli 2022.
Kenaikan tarif listrik tersebut berlaku untuk golongan orang kaya atau non subsidi yakni golongan 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1,P2 dan P3). Dari sebelumnya Rp 1.444,70 per Kwh naik menjadi Rp 1.699 per Kwh atau naik 17,64%
Disampaikan Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Ketenagalistrikan) Kementerian ESDM, kenaikan baru terfokus pada tarif listrik golongan non subsidi yang terdiri dari 13 golongan tarif listrik
"Itu sudah ada ketentuan tarif adjusmentnya sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2018" kata Rida
Baca juga: EPIC: Efek Polusi Udara Bisa Memperpendek Umur Manusia
Golongan Tarif yang Naik
Daftar kenaikan tarif listrik yang akan diberlakukan bulan depan adalah golongan R2 3.500 VA - 5.500 VA: Rp 1.699,53, R3: 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53, P1: 6.600 VA - 200 KVA: Rp 1.699,53, P2: 200 KVA ke atas: 1.522,88 dan P.3/TR : 16.99,53
Sejak 2017, ungkap Rida, tidak pernah ada kenaikan listrik untuk seluruh golongan tarif pelanggan dan selama itu pula pemerintah telah menggelontorkan subsidi listrik sebesar Rp 243,3 triliun dan kompensasi sebesar Rp 94,17 triliun
Pada masa itu, diungkapkan Rida, kelompok masyarakat mampu pelanggan rumah tangga 3.500 VA ke atas ikut menerima kompensasi dalam jumlah relatif besar yaitu mencapai Rp 4 triliun.
Dengan adanya penyesuaian tarif listrik, pelanggan rumah tangga R2 berdaya 3.500 VA hingga 5.500 VA (1,7 juta pelanggan) dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas (316 ribu pelanggan) tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,7 per kilowatthour (kWh) menjadi Rp 1.699,53 per kWh.
Sedangkan pelanggan pemerintah P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kilovolt ampere (kVA) dan P3 tarif listriknya disesuaikan dari Rp 1.444,7 kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh. Sementara pelanggan pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp 1.114,74 kWh menjadi Rp 1.522,88 kWh.
Ekonomi
Trending
Trending
Ekonomi
Trending
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib