Kepala BPIP Yudian Wahyudi pada kegiatan bersama Kopassus Cijantung, foto ist. Humas BPIP dan UIN Yogyakarta.
"Olahraga menyatukan bangsa, antar individu, antar masyarakat bahkan antar bangsa-bangsa,"
SIAPBELAJAR.COM - Olahraga tidak
hanya memiliki manfaat untuk menjaga fisik tetap sehat dan kuat, tetapi juga
memiliki dimensi sosial politik yang menunjang kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyatakan, olahraga disebut sebagai bahasa universal persatuan.
"Melalui olahraga kita bisa menemukan nilai-nilai Pancasila, seperti kerja sama, kebersamaan, solidaritas, dan sportivitas,” ungkap Yudian dalam keterangan tertulis BPIP.
Saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan olahraga pagi bersama Kopassus di Cijantung, Yudian Wahyudi mengungkapkan, pada kegiatan tersebut ia ingin menunjukan bahwa nilai Pancasila bisa diterapkan dan ditemukan dalam olahraga
Dalam sejarah Bangsa Indonesia, olahraga pernah menjadi gerakan politik perlawanan terhadap kolonialsme
Diceritakan Yudian, pada tanggal 10 November 1963, diplomasi olahraga menjadi salah satu gerakan politik penting dunia yang diinisiasi oleh presiden pertama Soekarno melalui Olimpiade GANEFO (Games of New Emerging Force) yang diikuti oleh 43 negara.
Untuk menumbuhkan semangat baru dalam menetralkan konflik Blok Barat dan Timur. Waktu itu ungkap Yudian, Bung Karno berpandangan bahwa olahraga dapat menjadi sarana politik menjalin persahabatan dengan negara-negara lain.
"Hal itu terlihat pada gelaran Asian Games 2018, bagaimana Presiden Joko Widodo sukses mengenalkan tarian Ratoh Jaroe Aceh oleh 1.600 penari serta pemutaran lagu resmi Asian Games yang bergenre dangdut khas Indonesia yang disaksikan oleh dunia," jelasnya
Perlunya Sinergitas
Ia pun menyinggung pentingnya kolaborasi antara BPIP dan Kopassus untuk melakukan pembinaan ideologi Pancasila sehingga perlu ada ruang-ruang pertemuan lebih lanjut untuk membicarakan hal ini.
Sementara itu, Danjen Kopassus, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Iwan Setiawan mengafirmasi dan menyambut baik ajakan Kepala BPIP. Ia siap mendukung BPIP dalam menjalankan tugas dan fungsinya melakukan pembinaan ideologi Pancasila.
"Semoga ini menjadi awal kerja sama yang baik antara Kopassus dan BPIP dalam menjalin kerja sama yang lebih strategis dalam rangka pembinaan ideologi Pancasila kepada masyarakat secara luas," ungkap Mayjen Iwam.