Ilustrasi - Kalau dijalankan dengan baik, Jusuf Kalla meyakini, sistem syariah itu luar biasa
SIAPBELAJAR.COM - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, mengatakan, ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Ia mencontohkan, pembiayaan mudharabah yang menjadi salah satu produk unggulan perbankan syariah, tidak berbeda jauh dengan modal ventura yang sedang menjadi trend pembiayaan saat ini, namun dengan sistem bagi hasil.
Baca juga: Beasiswa LPDP Kemenkeu Tahap 2 Dibuka Kembali, Simak Cara dan Jadwal Pendaftarannya
Saat memberi sambutan dalam Milad DMI ke-50, sekaligus
peresmian Payment Point PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), di Gedung
Pengurus Pusat DMI, Jakarta, beberapa waktu lalu, JK menyambut positif kerja
sama yang dilakukan antara DMI dan BSI agar bisa menjadi salah satu jalan
memakmurkan masjid.
“Yang kita lakukan hari ini bersama-sama semoga mempunyai
manfaat, karena masjid memiliki potensi untuk menjadi costumer. Semakin
makmur jemaah, akan makin makmur masjidnya. Kerjasama ini penting untuk
mendorong jamaah mengamalkan kebaikannya. Jadi sistem syariah itu luar biasa
kalau dijalankan dengan sistem yang baik,” tuturnya.
QRIS Mudahkan Masyarakat Bertransaksi
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyampaikan
apresiasi kepada DMI atas sinergi dan kerja sama kedua pihak dalam mendorong
optimalisasi peran masjid guna mengakselerasi layanan perbankan syariah.
Langkah tersebut diharapkan membawa manfaat yang lebih besar bagi ekonomi umat.
"Alhamdulillah Bank Syariah Indonesia sudah mulai
melakukan pendekatan kepada masjid - masjid yang ada di seluruh Indonesia,
bulan ini sudah ada sekitar 47 masjid di Indonesia yang sudah menjadi nasabah
Bank Syariah Indonesia kita juga sudah lengkapi dengan beberapa alat elektronik
dan juga pemasangan QRIS sebagai salah satu alat transaksi yang Insyaallah bisa
memudahkan para jamaah,” papar Anton.
Sebelumnya BSI dan DMI telah bekerja sama dalam
mengimplementasikan layanan QRIS untuk memudahkan masyarakat melakukan
transaksi Zakat, infak, sedekah, dan aktivitas keuangan lainnya untuk masjid.
Saat ini masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat peradaban bagi umat Islam.
Baca juga: Jokowi Turut Undang Pemimpin G7 Hadiri KTT G20 di Bali
Karena masjid dapat berfungsi
sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi umat, seperti
penyelenggara Baitul Maal, unit pelayanan zakat, infaq dan sedekah.
Oleh karena itu, masjid menyimpan potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus menjadi pilar penting terwujudnya cita-cita Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. ***
Ekonomi
Ekonomi
Religi
Ekonomi
Religi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib