Satelit Satria1 Andalan Internet Indonesia di Wilayah 3T

A. Fateeh

Penulis : A. Fateeh
Editor : A. Fateeh

1

0

Saintek
1687217982535_1687218027

Satelit Satria1 (Foto Ilustrasi)

Mediana.id - Satelit Republik Indonesia (Satria1) merupakan satelit internet pertama milik Pemerintah Indonesia yang akan segera diluncurkan ke angkasa. Satelit ini memiliki misi untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat Indonesia, terutama di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Satelit Satria1 dibangun oleh PT Satelit Nusantara III yang dikerjakan oleh perusahaan antariksa Thales Alenia Space di Cannes, Prancis. Satelit ini menggunakan teknologi Very High-Throughput Satellite (VHTS) dan frekuensi Ka-Band. Satelit ini memiliki total transmisi 150 Gbps, yang menjadikannya satelit dengan kapasitas terbesar di Asia dan nomor lima di dunia.

Satelit Satria1 akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, dari Cape Canaveral Space Lauch Complex 40 (SLC 40), Florida, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (18/6/2023) pukul 18.21 waktu setempat atau sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah berhasil meluncur, satelit ini akan mengisi orbit di 146 Bujur Timur (BT), tepat berada di atas wilayah Papua.

Satelit Satria1 ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap mulai Januari 2024. Satelit ini akan menghadirkan layanan internet di 50.000 titik fasilitas publik di bidang kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Kecepatan internet di setiap titik layanan publik itu diproyeksikan mencapai 4 Mbps.

Satelit Satria1 merupakan proyek dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertindak selaku penanggung jawab proyek kerja sama melalui badan layanan umum BAKTI Kominfo. Sementara itu, PT Satelit Nusantara III sebagai badan usaha penyelenggara (BUP) satelit multifungsi ini dibentuk oleh konsorsium PSN.

BAKTI Kominfo telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi apabila Satelit Satria1 mengalami anomali baik saat peluncuran maupun setelah mengorbit. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah melakukan pengawasan dan pemantauan secara ketat terhadap proses peluncuran dan operasional satelit, menyiapkan rencana kontinjensi apabila terjadi kegagalan peluncuran atau operasional satelit, serta menyiapkan skema asuransi untuk melindungi investasi pemerintah. Mediana.id

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1687217982535_1687218027

Saintek

Satelit Satria1 Andalan Internet Indonesia di Wilayah 3T

Mediana.id - Satelit Republik Indonesia (Satria1) merupakan satelit internet pertama milik Pemerintah Indonesia yang akan segera diluncurkan ke angkasa. Satelit ini memiliki misi untuk menyediakan aks
1687177552135_1687177564

Saintek

SMA Putra Darut Tauhid Gelar Pendampingan Sistem Digitalisasi

Mediana.id - SMA Putra Darut Tauhid menggelar pendampingan sistem digitalisasi 14 Juni 2023. Kegiatan ini diikuti oleh PIC dari SMA Putra Darut Tauhid, Bapak Nurdin, tim, dan staf-staf dari SMA Putra
1686488025874_1686488051

Ekonomi

Koperasi di Era Digital : Peluang dan Tantangannya

Mediana.id - Koperasi di era digital adalah koperasi yang mampu beradaptasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kinerja, layanan, dan kesejah
Krem Merah Minimalis Spanduk Pameran Budaya Indonesia (3)_1686449338

Saintek

Aplikasi Hijrah: Solusi Core Banking Syariah untuk Koperasi BMT dan BPRS

Mediana.id - Aplikasi Hijrah adalah aplikasi core banking syariah yang diperuntukkan untuk mengelola keuangan koperasi, BMT, dan BPRS. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT Benkel Aplikasi Nusantara, sebu
1686381149484_1686381183

Saintek

Pondok Pesantren Idrisiyyah Buka Penerimaan Santri Baru Dengan Sistem Digitalisasi Digitren

Mediana.id- Tasikmalaya, 10 Juni 2023. Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya membuka penerimaan santri baru gelombang 2 untuk tahun ajaran 2023/2024. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 Juni hingga 3