SIAPBELAJAR.COM- Selain karena kelom, payung geulis dan Batik Tasik, Tasikmalaya merupakan daerah yang terkenal dengan aneka kerajinan. Salah satunya adalah anyaman. Ternyata, tidak hanya terkenal dengan anyaman mendong saja, anyaman bambu pun dikenal di luar daerah sebagai produk kriya khas Tasikmalaya.
Produk kerajinan bambu khas Tasikmalaya telah banyak yang berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara di Eropa dan Amerika.
Kelihaian tangan para pengrajin yang dapat menyulap bambu menjadi berbagai macam barang yang inovatif dan aksesori menarik ini masih bisa Sahabat Siapbelajar temukan di berbagai Kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, sebut saja di Kecamatan Sukahening, Padakembang, Leuwisari, Rajapolah, Ciawi dan kecamatan lainnya.
Kali ini Siapbelajar.com mengajak kamu untuk melihat pengrajin anyaman bambu khas Tasikmalaya yang dikelola oleh Tasik Craft, di Kampung Nanggorak Leuwisari yang disatroni pada Kamis lalu (7/7).
Mengenai Tasik Craft
Tasik Craft berlokasi di Kampung Nanggorak, Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Pemilik usaha bernama Bapak Hafidzin atau sering disapa Mas Avidz.
Avidz adalah pria yang berasal dari Jawa Tengah yang akhirnya beranak pinak dan memiliki keluarga besar di Naggorak. Ayah dari delapan anak ini tinggal di Kabupaten Tasikmalaya sejak puluhan tahun lalu, awalnya karena bekerja kemudian menikah dan berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya.
Sampai akhirnya ia bisa membuka usaha sendiri, lalu jatuh bangun membangun bisnisnya ketika memulai usaha konveksi hingga menekuni bidang kerajinan anyaman bambu ini. Sebelumnya ia juga melakoni pekerjaannya sebagai pengemudi taksi di Jakarta.
Dan ketika ia memulai usaha kerajinan, tak disangka, usaha kerajinan yang ia tekuni sejak 2006 ini berjalan dengan baik sampai sekarang, omset-nya pun cukup menjanjikan.
"Alhamdulillah, sekarang menguntungkan dan banyak yang terlibat dalam usaha saya ini," Kata Hafidzin kepada Siapbelajar.com (7/7)
Baca juga: Pesantren Ciamis Sukses Produksi Jamur Merang Kemasan Kaleng
Awal Mula Menekuni Kerajinan Bambu
Banyaknya permintaan anyaman bambu membuat Hafidzin terjun di usaha kerajinan lalu menjadi pengepul kerajinan bambu.
Selain karena proses pembuatan yang menurutnya gampang, bahan baku pun sangat mencukupi untuk produksi. Bahan baku bambu cukup banyak tersebar di desa-desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.
Green eco lifestyle menjadi spirit Hafidzin, prinsip ini bertujuan untuk mengurangi produksi sampah agar tidak menimbulkan masalah pada lingkungan.
"Ya, alhamdulillah, setelah Gubernur DKI Jakarta menghimbau untuk tidak menggunakan plastik saat penyaluran hewan kurban, banyak yang pesan besek tanpa tulang (wengku) ke Tasik Craft," kata dia kepada Danang Hamid.
Alasan Memilih Kerajinan Bambu
Beberapa alasan yang Hafidz utarakan antara lain:
"Kerajinan bambu yang di Rajapolah itu kan dipasok dari berbagai daerah salah satunya dari Tasik Craft ini di Nanggorak. Jadi sebetulnya, Rajapolah itu merupakan daerah yang menjadi semacam etalase berbagai macam kerajinan bambu ini" kata dia.
Tasik Craft kini memberdayakan masyarakat sekitar terlebih ibu-ibu yang ingin memiliki penghasilan.
"Semua keluarga saya pun terlibat dalam usaha ini, jadi usaha ini jatuhnya
seperti perusahaan keluarga. Meskipun para pegawainya ini memiliki pekerjaan,
namun masing-masing dari mereka tetap ikut bantu," terang dia.
Jumlah pegawainya kini mencapai ratusan. Dengan sistem tebar bahan baku lalu jemput kembali untuk diberi sentuhan akhir atau finishing Afidz mampu mengelola dengan baik usahanya.
"Mereka pada pengen bisa jadi pengrajin, bahkan sampai pada belajar untuk bikin anyaman ini” kata Afidz.
Pemasaran
Untuk proses pemasarannya itu dilakukan secara offline. Ada juga yang secara online dibantu oleh anak-anaknya yang melek dunia digital.
“Untuk pesanan online jadi dilist terlebih dahulu pesanannya
apa, lalu yang bertugas datang ke rumah produksi, barangnya disiapkan lalu dipacking untuk diambil
dan dijual” katanya.
Sedangkan untuk yang
offline biasanya langsung di distribusikan seperti ke Jakarta, Bandung kemudian
masuk ke toko-toko grosiran.
Produk yang diproduksi sangat beragam, mulai dari besek biasa, besek sokaseu, ranting, pipiti sampai kotak untuk hantaran pernikahan. Produk yang diproduksinya ini tergantung ramainya pesanan dan tergantung kebutuhan konsumen.
Adanya jugak kotak hantaran pernikahan yang biasa disewakan dengan harga sewanya Rp30.000 per kotak berikut jasa menghias hantaran untuk acara pernikahan.
"Kalau mau lebaran Idul Adha biasanya banyak yang pesan besek biasa untuk mengganti penggunaan plastik dalam pembungkusan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat," terang Afidz.
Pendapatan
Pendapatan dari usaha anyaman bambu terbilang mencukupi kebutuhan sehari-hari baik untuk dirinya sendiri dan para pegawainya. Per hari bisa mencapai lebih dari Rp 100ribu. Omset tiap minggu mencapai Rp 14 juta.
"Sedangkan untuk bulan ini, pembelinya masih sepi. Tapi, tetap ada saja yang belanja minimal Rp 1juta setiap harinya, paling sedikit Rp 500 ribu," kata dia.
Modal Usaha
Usaha dimulai dari nol rupiah. Dia mengirim produk kerajinan dengan menggunakan bahan baku di lingkungannya, sedikit demi sedikit. Lalu hasilnya dikumpulkan dan tiap tahun uangnya dijadikan modal kembali.
Dengan bertambanhya modal, meningkat pula produksinya dengan demand yang terbilang ramai. Pemasukan tiap tahun semakin naik, dari Rp 15 juta, Rp 25 juta sampai terus naik dan sekarang sudah mencapai Rp 100 juta.
"Usaha ini memang butuh modal, tapi alhamdulillah-nya usaha ini tidak pernah terlibat hutang dengan perbanka, tidak pernah pinjam uang dari pihak mana pun." ucapnya
Selain harus bisa mengatur modal, Mas Havidz berpesan, dalam melakoni usaha itu harus tekun, jangan mundur karena sepi, jangan berhenti sampai bisa profit dan memberikan benefit pada lingkungan.
“Harus bisa ngatur
modal, sabar, jalan terus, kita tetap maju tawarin ke toko-toko” kata dia
mengingatkan.
Trending
Trending
Saintek
Saintek
Trending
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib