Astra Dukung Forum T20 Indonesia Rumuskan Solusi Kemiskinan Multidimensi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1658921904593_1658922540

Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Prof. Suahasil Nazara, keynote speech pada acara Side Event Think20

SIAPBELAJAR.COM -  Acara Side Event Think20 (T20) Indonesia yang diselenggarakan secara hybrid di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta pada Rabu 27 Juli 2022 baru saja digelar, diselenggrakan oleh Task Force 5 (TF5) T20, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), dan Oxford Poverty and Human Development Initiative (OPHI) Oxford University.

Acara yang didukung oleh Astra ini, membahas isu terkait kemiskinan, ketimpangan, sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat. Acara ini sekaligus merupakan forum penutup  seri diskusi yang telah terselenggara sebelumnya. 

Mengangkat tema Multidimensional Poverty in the Midst of the COVID-19 Pandemic: A Commitment to Reducing Poverty in All Its Forms, dalam diskusi ini mengelaborasikan pemikiran- pemikiran para ahli dan akademisi untuk mencari solusi atas tantangan isu kemiskinan yang dihadapi oleh negara-negara G20 akibat pandemi COVID-19.

Pada dialog puncak, hadir Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, Dekan FEB UI Teguh Dartanto, Ketua TF5 Asep Suryahadi, dan Director of OPHI Oxford University Sabina Alkire, membahas tentang kemiskinan multidimensi yang terjadi dalam TF5 (bagian dari TF20) serta bagaimana indeks pengukuran kemiskinan multidimensi dapat dielaborasikan ke dalam kebijakan publik.

Bantuan perlindungan sosial melindungi kelompok masyarakat miskin 

Menurut Wakil Menteri Keuangan RI, Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja dengan fokus pada penanggulangan kemiskinan, khususnya kemiskinan multidimensi setelah pandemi COVID-19. 

"Kami telah meningkatkan bantuan perlindungan sosial untuk melindungi kelompok masyarakat miskin dari dampak pandemi, tidak hanya dari aspek rumah tangga tetapi juga dari aspek bisnis (UMKM),” jelas Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara dalam rilis Astra yang diterima Siapbelajar.com, Rabu (27/7).

Partisipasi Astra pada kegiatan ini sejalan dengan kontribusi sosial Astra untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Astra membantu masyarakat untuk bangkit dan sejahtera melalui berbagai kontribusi sosial Astra yang berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, Astra berharap  dapat menjadi bagian dari solusi atas tantangan kesejahteraan masyarakat yang dihadapi Indonesia, dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia melalui beragam kegiatan.

"Di antaranya adalah pembinaan kegiatan kewirausahaan berbasis supply chain, kawasan, dan komunitas dengan penekanan pada keberlanjutan untuk mengoptimalkan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” tutur Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah.

Hasil diskusi 

Secara keseluruhan, hasil diskusi yang ingin dicapai dalam pertemuan ini di antaranya:

Pertama, meningkatkan komunikasi lintas negara antara para ahli dan pembuat kebijakan di bidang kemiskinan dan ketimpangan pembangunan pada negara-negara G-20.

Kedua, mendorong upaya berkembangnya keterkaitan antara riset akademik dan kebijakan publik.

Ketiga, elaborasi pemikiran para ahli dan akademisi untuk mencari solusi atas tantangan isu kemiskinan yang dihadapi oleh negara-negara G20 akibat pandemi COVID-19.

Keempat, forum ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset yang kuat, independen, dan inklusif untuk menjadi pertimbangan para pemimpin G20 dalam bentuk T20 Communique.

Rekomendasi Task Force 5 (Inequality, Human Capital, and Well-Being) T20

Memiliki tujuan untuk menjembatani kolaborasi riset antarnegara yang difokuskan pada pembahasan kemiskinan multidimensi, TF5 menghasilkan beberapa rekomendasi melalui kegiatan ini.

Pertama, ukuran kemiskinan konsumsi dapat diperkaya dengan ukuran kemiskinan multidimensi untuk memonitor pencapaian Indonesia, khususnya tujuan pertama Sustainable Development Goals (SDGs),yaitu mengakhiri kemiskinan di manapun dan dalam semua bentuk.

Kedua, ukuran multidimensi ini diharapkan dapat menjadi alat ukur pencapaian pembangunan Indonesia dan alat untuk membentuk fakta empiris (evidence-based policies) dalam pengentasan kemiskinan.

TF5 berharap agar hasil rumusan dari acara ini dapat berkontribusi terhadap perkembangan kebijakan penanggulangan kemiskinan pada negara-negara G20.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1668862645724_1668862669

Trending

BMKG Tabur 29 Ton Garam Cegah Hujan Selama G20

SIAPBELAJAR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan BRIN, TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian PUPR melaksanakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC
1668657995436_1668658018

Trending

KTT G20 Bali Berhasil Sahkan Leaders Declaration

SIAPBELAJAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali telah berhasil mengesahkan Deklarasi Pemimpin G20 atau G20 Bali Leaders Declaration.“Alhamdu
1668658306340_1668658324

Trending

Tutup KTT G20, Presiden Jokowi Serahkan Tongkat Kepemimpinan G20 Kepada India

SIAPBELAJAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali sekaligus menyerahterimakan tampuk kepemimpinan Presidensi G20 berikutnya kepada India.“Deng
1668589616972_1668589780

Trending

Selama di Indonesia, Biden Bermalam di Grand Hyatt Bali

SIAPBELAJAR.COM - Presiden Amerika Serikat  Joseph R Biden meninggalkan Bali usai menghadiri KTT G20 pada 15-16 November 2022.Pesawat kepresidenan AS Air Force 1 lepas landas dari Bandara Interna
1668170951078_1668170981

Trending

Kemnaker Serahkan Keketuaan G20 EWG Kepada India

SIAPBELAJAR.COM - Indonesia telah menyerahkan Keketuaan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20 (Chairman of The G20 Employment Working Group/EWG) kepada India, di mana India akan menjadi Presidensi