SIAPBELAJAR.COM - Gerd adalah singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan gejala atau perubahan yang terjadi pada suatu gangguan sistem saluran pencernaan, dimana asam lambung dan isi perut mengalir kembali ke kerongkongan.
Menurut para peneliti, rasa cemas yang berlebihan bisa meningkatkan produksi asam lambung.
Rasa cemas dapat mengurangi tekanan pada sfingter atau otot kerongkongan sehingga asam lambung mengalir balik.
Stres membuat otot menjadi tegang. Jika stres memengaruhi otot lambung, hal ini bisa menekan organ-organ di sekitarnya dan mendorong asam lambung.
Dokter Spesialis Gastroenterologi Fakultas Kedokteran UI RSCM Ari Fahrial Syam mengatakan, terdapat jalur yang saling berhubungan antara otak dengan lambung. Inilah mengapa saat otak mengalami tekanan atau stres, dia juga akan mengirim sinyal ke lambung untuk memproduksi asam yang tinggi.
Penelitian sebelumnya dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology pun telah menunjukkan bahwa pasien GERD yang mengalami kecemasan berlebih cenderung menghadapi gejala yang lebih parah. Buruknya lagi, gangguan cemas dan maag memperparah satu sama lain.
Pasien GERD yang mengalami nyeri dada memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya. GERD lambat laun dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Pada saat yang sama, stres dan kecemasan membuat gejala GERD semakin parah.
Untuk menghapus siklus tanpa akhir ini, kamu perlu mengelola keduanya sekaligus.
Tips Mengelola Faktor Risiko GERD
1. Perbaiki pola makan
2. Stop rokok dan alkohol
3. Kendalikan berat badan
4. Kelola stres dan kecemasan
5. Konsultasi dengan dokter internist untuk mengkaji lebih lanjut.
Share and Care
Share and Care
Share and Care
Keluarga
Keluarga
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib