Bangladesh Memotong Jam Sekolah dan Kantor untuk Menghemat Listrik

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1661250200735_1661250340

Situasi Pemadaman Listrik dan Unjuk Rasa di Bangladesh

SIAPBELAJAR.COM - Bangladesh akan menutup sekolah untuk satu hari lagi dalam setiap minggu dan mengurangi jam kantor untuk mengurangi kekurangan listrik.

Pada bulan lalu, Bangladesh telah memulai pemadaman listrik selama dua jam setiap harinya.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan dalam beberapa pekan terakhir setelah pemerintah menaikkan harga bensin lebih dari 50%.

Perang di Ukraina telah menaikkan biaya impor bahan bakar serta merugikan ekonomi Bangladesh dan cadangan mata uang asing.

Pada hari Senin, Sekretaris Kabinet Bangladesh Khandker Anwarul Islam mengatakan bahwa sekolah yang sebelumnya hanya ditutup pada hari Jumat, sekarang akan ditutup pada hari Sabtu juga.

Dalam keadaan normal, sekolah di Bangladesh buka selama enam hari dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu.

“Sementara itu, kantor pemerintah dan bank akan dipotong jam bukanya menjadi tujuh jam sehari, bukan delapan jam. Sedangkan untuk kantor swasta akan diizinkan untuk mengatur jam operasional mereka sendiri” kata Islam.

Dia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memberikan listrik ke desa-desa, termasuk di pagi hari ketika tanaman sedang diairi/disiram.

Banyak bagian Bangladesh diketahui mati listrik selama lebih dari dua jam sehari.

Negara Bangladesh menghasilkan sebagian besar listriknya dari gas alam, dan beberapa di antaranya diimpor.

Penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Naiknya Harga BBM di Bangladesh

Para pejabat telah menutup semua pembangkit listrik tenaga diesel negaranya, yang menyumbang sekitar 6% dari pembangkit listrik Bangladesh karena meningkatnya biaya impor bahan bakar.

Pada awal bulan ini, harga bensin dinaikkan lebih dari 50%, dengan biaya bahan bakar naik dari 86 taka per liter atau sekitar Rp 13.346 menjadi 130 taka atau sekitar Rp 20.178.

Pada saat yang sama harga solar dan minyak tanah naik lebih dari 40%.

Mencari Pinjaman dari Dana Moneter Internasional dan Penyusutan Cadangan Mata Uang Asing

Pada bulan Juli, Bangladesh menjadi negara Asia Selatan ketiga yang mencari pinjaman dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), setelah Sri Lanka dan Pakistan.

Sementara ukuran pinjaman potensial belum diputuskan, pembicaraan diharapkan akan dimulai setelah pertemuan Musim Semi Bank Dunia dan IMF pada bulan Oktober.

Cadangan mata uang asing Bangladesh telah menyusut menjadi sekitar $40 miliar atau sekitar Rp 593,9 triliun atau 4,5 bulan dari pengeluaran pemerintah biasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi sebesar $416 miliar atau sekitar Rp 6,1 kuadriliun telah dipuji sebagai salah satu yang tumbuh paling cepat di dunia.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776007153684_1776007167

Ekonomi

PHK Capai 8.389 Orang hingga Maret 2026, Jawa Barat Tertinggi

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan merilis data terbaru terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional hingga Maret 2026. Tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja t
1776006027224_1776006042

Ekonomi

SIL Festival 2026 Serap 1.200 Tenaga Kerja

Surabaya — Kegiatan Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya berhasil menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan peny
5 Ide Ternak (4)_1707220418

Religi

Serikat Ekonomi Pesantren Monitoring Program Ponpes di Bogor

Mediana.id - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) melakukan kegiatan monitoring program pembangunan sarana prasarana sanitasi dan air bersih di beberapa pondok pesantren (ponpes) di Bogor sejak Senin (5/2)
5 Ide Ternak (1)_1707145133

Ekonomi

5 Ide Ternak yang Bisa Dilakukan di Rumah dengan Cuan Menggiurkan

Mediana.id- Beternak merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan, terutama bagi Anda yang memiliki lahan sempit di rumah. Ada banyak hewan ternak yang bisa Anda pilih, mulai dari unggas, ikan, h
1690427974333_1690428093

Religi

Nazava dan Serikat Ekonomi Pesantren Jalin Kerjasama untuk Kembangkan Usaha Pesantren

Mediana.id - Nazava, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi filter air bersertifikat WHO, menjalin kerjasama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkat