Deretan Saham 'Hot' Karena Kenaikan Harga BBM

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1662344644305_1662344736

Ilustrasi penghitungan saham

SIAPBELAJAR.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 24,07 poin atau 0,34 persen ke level 7.177 pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing mencatat jual bersih atawa net sell di seluruh pasar sebesar Rp927,95 miliar.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah sebanyak tiga kali dan menguat dua kali. Secara total, performa indeks saham menguat 0,59 persen.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebut kapitalisasi pasar bursa menguat 0,68 persen, yaitu dari Rp9.315,733 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.378,890 triliun.

Hal serupa terjadi pada rata-rata frekuensi harian bursa yang meningkat 1,80 persen dari 1,236 juta transaksi menjadi 1,258 juta transaksi. Peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar 9,33 persen dari 26,975 miliar saham jadi 29,490 miliar saham.

"Penguatan 6,99 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa, menjadi sebesar Rp14,504 triliun dari Rp13,557 triliun pada pekan lalu" ungkapnya, seperti dikutip dari cnn, Senin (5/9).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG akan bergerak sideways atau cenderung turun di rentang support 7.015 dan resistance 7.023.

Menurutnya, pelemahan disebabkan oleh rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed demi menekan inflasi hingga 2 persen.

elain itu, IHSG juga akan dipengaruhi oleh rilis data cadangan devisa Indonesia dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang diperkirakan cenderung naik tipis.

Herditya menerangkan IHSG pekan ini juga akan dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar (BBM) yang akan meningkatkan inflasi. Namun, kenaikan harga BBM hanya memengaruhi IHSG secara terbatas.

"Kenaikan BBM ini tidak akan serta merta mempengaruhi pergerakan IHSG secara negatif. Pun berpengaruh, kami perkirakan hanya short term shock saja, karena yang berpengaruh negatif terhadap IHSG adalah kenaikan inflasi, ditambah dengan kenaikan suku bunga plus current account Indonesia yang defisit," ujarnya

Karena kondisi tersebut, Herditya merekomendasikan saham energi dan properti bisa menjadi pilihan utama. Pertama, PT Delta Dunia Makmur Tbk atau DOID yang menguat 9,42 persen ke posisi 418 pada penutupan minggu lalu. Herditya memprediksi DOID berada di posisi 450 hingga 480 pada pekan ini.

Kedua, PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITMG yang ditutup menguat 0,68 di posisi 40.475. Ia memprediksi ITMG dapat menyentuh posisi 41.000 hingga 42.500.

Ketiga, untuk sektor properti, Herditya merekomendasikan PT Alam Sutera Realty Tbk atau ASRI yang ditutup melemah 0,56 persen ke posisi 178. Ia perkirakan ASRI dapat menyentuh posisi 184 hingga 190.

Terakhir, PT Bumi Serpong Damai Tbk atau BSDE yang ditutup menguat 0,54 persen di posisi 939. Herditya memprediksi BSDE dapat menyentuh posisi 960 hingga 970 pekan ini.


Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi memproyeksikan selama sepekan ke depan, IHSG akan berada di rentang support 6.950 dan resistance 7.240.

Ia memperkirakan rencana kenaikan harga BBM menjadi sentimen negatif bagi pasar saham karena diprediksi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pengaruhnya (kenaikan harga BBM) adalah berdampak pada tertekannya daya beli masyarakat, serta kenaikan harga barang yang disebabkan cost production meningkat," kata Oktavianus.

Namun, ia memperkirakan IHSG akan mendapatkan sentimen positif dari rilis data neraca perdagangan Agustus yang diprediksi akan surplus dengan konsensus di atas US$3 miliar.

Selanjutnya, rilis data ekspor Agustus dengan harga beberapa komoditas yang cenderung menguat juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Oleh karenanya, Oktavianus merekomendasikan sektor energi dan basic materials. Di sektor energi, saham yang direkomendasikan untuk dikoleksi mencakup PT Delta Dunia Makmur Tbk atau DOID yang menguat 9,42 persen ke posisi 418 pada penutupan minggu lalu. Saham emiten ini diprediksi bisa mencapai posisi 450.

Kemudian dari sektor basic materials, ia merekomendasikan PT Barito Pacific Tbk atau BRPT yang melemah 4,24 di posisi 860 pada pekan lalu. Saham emiten ini diprediksi bisa mencapai posisi 930.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776007153684_1776007167

Ekonomi

PHK Capai 8.389 Orang hingga Maret 2026, Jawa Barat Tertinggi

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan merilis data terbaru terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional hingga Maret 2026. Tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja t
1776006027224_1776006042

Ekonomi

SIL Festival 2026 Serap 1.200 Tenaga Kerja

Surabaya — Kegiatan Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya berhasil menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan peny
5 Ide Ternak (4)_1707220418

Religi

Serikat Ekonomi Pesantren Monitoring Program Ponpes di Bogor

Mediana.id - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) melakukan kegiatan monitoring program pembangunan sarana prasarana sanitasi dan air bersih di beberapa pondok pesantren (ponpes) di Bogor sejak Senin (5/2)
5 Ide Ternak (1)_1707145133

Ekonomi

5 Ide Ternak yang Bisa Dilakukan di Rumah dengan Cuan Menggiurkan

Mediana.id- Beternak merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan, terutama bagi Anda yang memiliki lahan sempit di rumah. Ada banyak hewan ternak yang bisa Anda pilih, mulai dari unggas, ikan, h
1690427974333_1690428093

Religi

Nazava dan Serikat Ekonomi Pesantren Jalin Kerjasama untuk Kembangkan Usaha Pesantren

Mediana.id - Nazava, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi filter air bersertifikat WHO, menjalin kerjasama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkat