SIAPBELAJAR.COM - Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan kemunculan varian baru dari cacar monyet atau Monkeypox pada Kamis (1/9). Diketahui bahwa pasien tersebut baru saja berpergian dari Afrika barat dan kini berada di unit High Consequence Infectious (HCID) di rumah sakit Universitas Royal Liverpool.
Menurut pihak UKHSA, varian yang terdeteksi berbeda dari varian cacar monyet yang menyebar di Inggris.
Versi Monkeypox
Pasien itu dites positif untuk versi cacar monyet yang berbeda secara genetik dengan yang saat ini beredar di Inggris. Ada dua varian utama virus yang diketahui, yakni Clade I dan Clade II.
Clade II adalah versi yang kurang mematikan dari virus monkeypox. Clade II telah mewabah di Inggris, namun temuan kasusnya dilaporkan telah melambat dalam beberapa pekan terakhir.
Kini, jenis yang baru saja ditemukan dianggap sebagai versi penyakit yang lebih mematikan sebelumnya. Clade I diketahui 10 kali lebih mematikan daripada Clade II, yang membunuh satu dari setiap 10 orang yang terkena virus.
Clade II memiliki tingkat kematian yang rendah, yaitu satu dari setiap 100 pasien. Para ahli tengah melakukan pengujian lebih lanjut untuk melihat apakah strain yang terdeteksi sebenarnya adalah virus versi Clade I.
Badan kesehatan Inggris itu mengatakan bahwa tidak ada kasus lain yang ditemukan pada Kamis dan saat ini pelacakan kontak masih dilakukan.
"Kami sedang berupaya menghubungi orang-orang yang melakukan kontak dengan kasus tersebut sebelum untuk memastikan adanya atau tidaknya penularan, untuk mengevaluasi mereka seperlunya dan untuk memberikan arahan," Direktur insiden UKHSA Sophia Maki menuturkan.
Menurutnya, risiko penularan cacar monyet terhadap masyarakat masih "sangat kecil" berkat prosedur pengendalian infeksi.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib