Tips Siasati Cicilan KPR di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1663990236280_1663990258

Simak, 4 Tips Siasati Cicilan KPR di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI

SIAPBELAJAR.COM - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada September 2022. Besarannya pun membuat banyak pihak kaget yakni sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen.

Artinya, sejak awal tahun BI sudah menaikkan suku bunga sebesar 75 bps, karena pada Agustus juga dikerek sebesar 25 bps.

Kenaikan suku bunga tentu akan diikuti oleh bunga perbankan baik untuk KPR maupun non-KPR. Namun, kapan dan berapa lama transmisi dilakukan perbankan, tidak ada yang tahu pasti.

Pemilik kredit di perbankan, terutama KPR, harus mulai siap-siap untuk perubahan bunga yang lebih tinggi dalam waktu dekat. Terlebih, Anda yang KPR-nya sudah masuk masa floating.

Tapi tenang saja, ada beberapa tips dari perencana keuangan yang mungkin bisa Anda ikuti di tengah kenaikan bunga kredit KPR yang tak sejalan dengan pemasukan.

1. Cek Rasio Cicilan dari Penghasilan

Perencana Keuangan dari OneShildt Agustina Fitria mengatakan hal pertama yang harus Anda lakukan saat ini mengecek seberapa besar rasio cicilan terhadap pendapatan. Jika besaran cicilan masih di bawah 30 persen dari pendapatan, maka tidak akan terlalu memberatkan dan masih bisa menabung.

"Dicek nanti apakah cicilannya masih di rasio yang sehat atau tidak. Rasio sehat yaitu 30 persen dari penghasilan," ujarnya

Namun, bila besaran cicilan sudah melebihi 30 persen dari penghasilan, maka harus mencari alternatif lain dengan mengurangi pengeluaran lainnya.

2. Kurangi Pengeluaran yang Sifatnya Keinginan

Fitria menjelaskan pengeluaran lain yang harus dikeluarkan adalah yang sifatnya keinginan. Sebab, membayar cicilan KPR yang lebih tinggi harus lebih diutamakan dibandingkan keinginan tersebut.

"Mengurangi pengeluaran, terutama yang sifatnya keinginan seperti jajan, hangout, dan leisure," jelasnya.

Perencana Keuangan Andi Nugroho juga sependapat dengan Fitria. Menurut Andi, kenaikan cicilan KPR merupakan hal yang tak bisa dihindari, sehingga mau tidak mau harus diprioritaskan.

Apalagi, jika jumlah cicilan bertambah saat penghasilan tidak bertambah. Mau tak mau, harus ada pengeluaran yang dikurangi untuk memenuhi kenaikan KPR tersebut.

"Ya mau tidak mau kita kurangi kebutuhan yang bisa dikurangi, seperti jalan-jalan, jajan, makan-makan dan sebagainya. Itu bisa kita kurangi dulu, sampai nanti bunga KPR turun lagi," kata Andi.

3. Cari Sumber Penghasilan Lain

Namun, kata Andi, jika Anda tak ingin mengurangi kebutuhan yang sifatnya keinginan, maka alternatif lain adalah mencari tambahan pemasukan lainnya.

Misalnya, bagi karyawan yang hanya mengandalkan gaji bulanan, maka harus mulai memikirkan ide bisnis dengan teman dan sebagainya, agar memiliki tambahan pemasukan.

"Buat teman-teman karyawan yang hanya andalkan gaji, tapi gaji enggak naik, maka nambah penghasilan. Apapun caranya ya harus pikirkan ide untuk menambah penghasilan, karena seperti saya bilang kenaikan bunga KPR tak bisa dihindari," imbuhnya.

4. Pindah KPR ke Bank Lain

Langkah lain yang mungkin bisa dilakukan adalah pindah ke bank lain yang memberikan bunga KPR lebih rendah atau mungkin flat lebih lama.

"Beberapa bank mungkin memberikan tawaran menarik untuk KPR di mereka. Tinggal dilihat saja, bunganya jauh berbeda dengan saat ini atau tidak. Jika bunga flat nya lebih lama, mungkin bisa jadi alternatif dan pilihan bagus," kata Andi.

Namun, kata Andi, perlu diingat bahwa untuk mengurus perpindahan KPR akan membutuhkan waktu, tenaga dan tambahan biaya penalti yang ditetapkan oleh bank.

"Jadi ini memang akan agak ribet mengurus dokumen untuk mengalihkan KPR. Tapi kalau dihitung masa cicilan yang masih lama dan bunga KPR nya jauh berbeda, maka waktu dan tenaga yang dipakai menurut saya akan sepadan," jelasnya.

Tips Bagi yang Baru Mau KPR

Sementara itu, bagi masyarakat yang baru ingin memiliki rumah dengan cara KPR, maka bisa mencari pengembang (developer) yang bekerjasama dengan perbankan yang memberikan bunga fix atau flat dalam jangka waktu lama.

"Jadi jika sudah ada rumah idaman, segera cek KPR nya, berapa cicilan yg harus dibayar. Lebih stabil jika memilih cicilan dengan bunga fix dalam jangka waktu yang panjang, misal 3-5 tahun atau sampai jatuh tempo," kata Fitria.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776007153684_1776007167

Ekonomi

PHK Capai 8.389 Orang hingga Maret 2026, Jawa Barat Tertinggi

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan merilis data terbaru terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional hingga Maret 2026. Tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja t
1776006027224_1776006042

Ekonomi

SIL Festival 2026 Serap 1.200 Tenaga Kerja

Surabaya — Kegiatan Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya berhasil menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan peny
5 Ide Ternak (4)_1707220418

Religi

Serikat Ekonomi Pesantren Monitoring Program Ponpes di Bogor

Mediana.id - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) melakukan kegiatan monitoring program pembangunan sarana prasarana sanitasi dan air bersih di beberapa pondok pesantren (ponpes) di Bogor sejak Senin (5/2)
5 Ide Ternak (1)_1707145133

Ekonomi

5 Ide Ternak yang Bisa Dilakukan di Rumah dengan Cuan Menggiurkan

Mediana.id- Beternak merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan, terutama bagi Anda yang memiliki lahan sempit di rumah. Ada banyak hewan ternak yang bisa Anda pilih, mulai dari unggas, ikan, h
1690427974333_1690428093

Religi

Nazava dan Serikat Ekonomi Pesantren Jalin Kerjasama untuk Kembangkan Usaha Pesantren

Mediana.id - Nazava, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi filter air bersertifikat WHO, menjalin kerjasama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkat