SIAPBELAJAR.COM - Krisis
perumahan di Portugal tampaknya juga berdampak pada mahasiswa di negara
tersebut karena mereka kesulitan mencari tempat tinggal.
João Caseiro, Presiden
Asosiasi Akademik Coimbra, sebuah serikat mahasiswa di Portugal, mengatakan
bahwa para mahasiswa berjuang untuk mendapatkan akomodasi karena harga sewa
yang tinggi dan kurangnya tempat tinggal di negara tersebut.
Dia mengatakan bahwa ada
permintaan besar untuk akomodasi dari mahasiswa dan keluarga mereka di
bulan-bulan musim panas.
“Mereka mengalami banyak
kesulitan karena harga sewanya tinggi dan pasokannya sangat sedikit,” kata Presiden
Asosiasi Akademik Coimbra.
Dalam sebuah wawancara
dengan agen Lusa, ia menyoroti bahwa rata-rata sewa bulanan di Portugal
meningkat sebesar 10%.
Lebih lanjut dikatakan bahwa
di Coimbra, sewa bulanan rata-rata saat ini adalah €270 atau sekitar Rp 3,9
juta hingga €290 atau sekitar Rp 4,2 juta.
Dia juga menambahkan
bahwa harga sewa sebelumnya sekitar €200 atau sekitar Rp 2,9 juta per bulan.
“Rata-rata nilai kamar
sudah naik banyak dan membebani kantong keluarga siswa, yang tercermin dari
angka putus sekolah yang lebih besar,” tegasnya.
Permintaan kepada Pemerintah
Surat kabar juga
melaporkan bahwa Caseiro meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah
dalam hal ini dan melihat apa yang terjadi dengan pasar sewa di negara itu
untuk membantu siswa yang kesulitan mencari tempat tinggal.
Dia menyebutkan
beberapa opsi yang dimiliki Asosiasi Akademik Coimbra untuk membantu mahasiswa
menemukan akomodasi, termasuk membimbing mahasiswa ke asrama universitas atau
melalui proyek kelayakhunian bersertifikat.
Namun, Caseiro
menekankan bahwa tidak ada tempat tidur yang cukup di asrama universitas untuk
kota dengan total 25.000 mahasiswa.
Krisis Perumahan di Beberapa Negara Lainnya
Demikian pula, krisis
perumahan telah mempengaruhi siswa di negara-negara dunia lainnya, termasuk
Belanda, Irlandia dan Jerman.
Pada bulan Juli, University of Amsterdam (UvA)
menyarankan semua mahasiswa internasional untuk tidak pergi ke ibu kota tanpa
mencari akomodasi terlebih dahulu. Disebutkan bahwa daftar permintaan akomodasi
universitas sudah penuh.
Dalam upaya untuk
mengurangi krisis akomodasi, pemerintah Belanda mempresentasikan rencana yang
meramalkan pembangunan 60.000 rumah siswa di Belanda antara tahun 2022 dan
2030.
Rencana ini diluncurkan
dengan bekerja sama bersama siswa, kota, investor swasta, lembaga pendidikan dan
asosiasi perumahan.
Di Irlandia, siswa
internasional terpaksa tidur di klub karena kurangnya akomodasi, sementara
beberapa siswa lain juga harus tidur di jalanan atau mobil setelah gagal
menemukan tempat tinggal.
Baru-baru ini juga
Kedutaan Besar Prancis di Irlandia memperingatkan siswa mengenai krisis
perumahan di Irlandia dan menyarankan mereka untuk waspada terhadap penipuan
sewa dan tidak menandatangani kontrak atau membayar perumahan jika mereka belum
bertemu dengan pemilik atau melihat akomodasi sebelumnya.
Telah dilaporkan juga bahwa
perumahan siswa di Jerman menjadi mahal, bahkan akomodasi bersama pun menjadi tidak
terjangkau bagi siswa di negara tersebut.
Ekonomi
Ekonomi
Saintek
Saintek
Saintek
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib