Pemberhentian Aturan Isolasi Covid di Australia

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1664764343841_1664764361

Ilustrasi Pembatasan Covid di Australia

SIAPBELAJAR.COM - Australia mengatakan bahwa negaranya akan mengakhiri persyaratan isolasi Covid-19.

Saat ini, siapa pun yang dites positif virus harus mengisolasi diri selama lima hari, namun hal tersebut akan berakhir mulai 14 Oktober.

Negara yang kadang-kadang dijuluki sebagai “ Fortress Australia” ini memiliki beberapa pembatasan paling ketat di dunia sejak pandemi dimulai.

Kepala Petugas Medis Australia, Paul Kelly mengatakan bahwa fase darurat dari tanggapannya mungkin sudah berakhir.

Meski begitu, Prof Kelly mengatakan bahwa keputusan tersebut sama sekali tidak menunjukkan bahwa pandemi sudah berakhir. Isolasi telah menjadi salah satu dari sedikit pembatasan yang tersisa.

Data resmi menunjukan bahwa Australia terus mencatat sekitar 5.500 kasus virus setiap harinya. Australia merupakan salah satu negara dengan warganya yang paling banyak divaksinasi di dunia.

Prof Kelly mengatakan bahwa Australia akan melihat puncak yang akan datang dari virus. Namun saat ini, rumah sakit memiliki jumlah penerimaan wabah dan perawatan lansia yang sangat rendah.

Menuai Pertentangan

Asosiasi Medis Australia menentang atas perubahan itu dengan mengatakan bahwa mereka yang mendorongnya tidak melek ilmiah dan membahayakan nyawa.

Sekitar 15.000 orang di Australia telah meninggal akibat virus Covid, lebih sedikit dari banyak negara di dunia. Sebagian besar telah terjadi pada tahun ini setelah negara itu dibuka kembali.

Australia telah menutup perbatasan internasional selama sekitar dua tahun dan memberlakukan batasan ketat pada pergerakan di seluruh negeri.

Pembatalan Dukungan Keuangan

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan bahwa sebagian besar pembayaran pemerintah yang ada untuk orang-orang yang harus kehilangan pekerjaan karena Covid juga akan dibatalkan.

“Selalu dipertimbangkan bahwa tindakan ini adalah tindakan darurat” katanya.

Bagi para pekerja lepas dan mereka yang berada di area berisiko tinggi, seperti perawatan lanjut usia atau kesehatan masih bisa mendapatkan dukungan keuangan tersebut.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1680960704026_1680960725

Trending

WHO Desak China Beberkan Informasi Asal Usul Covid

SIAPBELAJAR.COM - WHO mendesak China bagikan informasi asal usul Covid-19. WHO menegaskan sampai itu dilakukan China maka semua kemungkinan atau hipotesis mengenai asal usul Covid-19 masih terbuka."Ta
1680235162091_1680235182

Trending

Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Hindari Bukber

SIAPBELAJAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat dapat menghindari buka puasa bersama demi cegah kenaikan kasus Covid-19. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kenaikan
1676885766631_1676885662

Saintek

Peningkatan Jumlah Siswa Internasional di Australia

SIAPBELAJAR.COM - Data dari Pemerintah Australia mengungkapkan bahwa jumlah siswa internasional yang terdaftar dalam program pendidikan di Australia dari bulan Januari hingga November 2022 mencapai
1675393775079_1675393689

Saintek

Australia Bersiap untuk Kedatangan Ribuan Pelajar dari China

SIAPBELAJAR.COM - Pihak berwenang Australia mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan kedatangan ribuan pelajar dari China menyusul peringatan Kementerian Pendidikan China untuk pelajar yang ter
1674699523886_1674699447

Saintek

India Menjadi Negara Teratas Sumber Pengajuan Visa Pelajar Australia

SIAPBELAJAR.COM - Saat ini India menjadi sumber utama pelajar internasional yang mengajukan visa ke Australia, melampaui China yang terus mempertahankan posisi ini selama bertahun-tahun.Data awal y