Inflasi di Turki Kembali Melonjak

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1664849400407_1664849408

Inflasi di Turki

SIAPBELAJAR.COM - Inflasi di Turki telah melonjak di atas 83% dan merupakan yang tertinggi selama 24 tahun.

Sektor transportasi, makanan dan perumahan mengalami kenaikan harga terbesar. Pakar Independen Kelompok Riset Inflasi memperkirakan tingkat tahunan sebenarnya yaitu sebesar 186,27%.

Pada tahun lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengambil langkah yang tidak lazim dengan memotong suku bunga untuk mencoba meningkatkan perekonomian, kemudian sebagian besar bank sentral menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi.

Sektor transportasi mengalami kenaikan harga tahunan paling tajam sebesar 117,66%, diikuti oleh makanan dan minuman non-alkohol sebesar 93%.

Erdogan telah menggambarkan suku bunga sebagai salah satu sumber dari segala kejahatan dan kebijakan ekonominya termasuk intervensi di pasar valuta asing.

Pemotongan suku bunga pada tahun lalu dari 19% menjadi 14% telah menyebabkan jatuhnya nilai lira Turki. Hal tersebut berarti lebih mahal bagi negara untuk mengimpor barang dari luar negeri.

Lira mencapai rekor baru terendah pada 18,56 terhadap dolar Amerika Serikat. Raksasa Perbankan Amerika Serikat, JP Morgan mengatakan bahwa inflasi Turki akan tetap dalam kisaran tinggi yang tidak normal sampai kebijakan menjadi ortodoks.

“Kami akan membangun abad Turki bersama, semoga dapat mengatasi masalah inflasi ini” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Senin.

Merupakan Lonjakan Inflasi Paling Tajam

Menurut Mantan Kepala Ekonom Bank Sentral Turki, Hakan Kara rekor tertinggi tersebut merupakan lonjakan inflasi paling tajam sejak Perang Dunia Kedua.

Inflasi yang tinggi dan krisis ekonomi merupakan masalah utama yang dihadapi partai berkuasa Erdogan, karena ia ingin mengamankan masa jabatan lagi dalam pemilihan tahun depan.

Kenaikan harga dengan cepat di seluruh dunia terjadi karena faktor-faktor termasuk kekurangan pasokan terkait Covid dan perang Ukraina yang telah mendorong harga energi dan makanan lebih tinggi.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776007153684_1776007167

Ekonomi

PHK Capai 8.389 Orang hingga Maret 2026, Jawa Barat Tertinggi

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan merilis data terbaru terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional hingga Maret 2026. Tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja t
1776006027224_1776006042

Ekonomi

SIL Festival 2026 Serap 1.200 Tenaga Kerja

Surabaya — Kegiatan Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya berhasil menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan peny
5 Ide Ternak (4)_1707220418

Religi

Serikat Ekonomi Pesantren Monitoring Program Ponpes di Bogor

Mediana.id - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) melakukan kegiatan monitoring program pembangunan sarana prasarana sanitasi dan air bersih di beberapa pondok pesantren (ponpes) di Bogor sejak Senin (5/2)
5 Ide Ternak (1)_1707145133

Ekonomi

5 Ide Ternak yang Bisa Dilakukan di Rumah dengan Cuan Menggiurkan

Mediana.id- Beternak merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan, terutama bagi Anda yang memiliki lahan sempit di rumah. Ada banyak hewan ternak yang bisa Anda pilih, mulai dari unggas, ikan, h
1690427974333_1690428093

Religi

Nazava dan Serikat Ekonomi Pesantren Jalin Kerjasama untuk Kembangkan Usaha Pesantren

Mediana.id - Nazava, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi filter air bersertifikat WHO, menjalin kerjasama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkat