Imbas Tragedi Kanjuruhan, Arema Disanksi Rp250 Juta

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Seniraga
1664947816513_1664947822

Ketua panitia pelaksana dilarang beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup

Siap Belajar – Komite Disiplin PSSI memberikan sejumlah hukuman untuk tim Arema FC akibat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) malam. PSSI langsung membentuk tim investigasi untuk mengungkap dan menyelidiki kejadian ini dari sisi sepak bola.

Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, menyampaikan sejumlah sanksi bagi Arema hingga petugas keamanan, Selasa (4/10). Ada tiga putusan terkait insiden tersebut. Pertama, kepada klub Arema FC dan panitia pelaksana dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah, dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang. Jaraknya 210 kilometer dari lokasi.

Selain itu, klub Arema FC dikenakan sanksi Rp 250 juta. Jika terjadi pengulangan terhadap pelanggaran terkait akan berakibat pada hukuman yang lebih berat.

Putusan kedua, panitia pelaksana harus bertanggung jawab terhadap kelancaran event besar ini dan cermat mengantisipasi berbagai kemungkinan. "Kami melihat ketua pelaksana tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan cermat, dan tidak siap. Gagal mengantisipasi kerumunan orang datang padahal punya steward,” tutur Erwin.

Ia menjelaskan, sda hal-hal yang harus disiapkan, pintu-pintu yang seharusnya terbuka, tapi tertutup. “Ini menjadi perhatian dan pilihan kami adanya hal-hal yang kurang baik, mungkin pengalaman juga, kepada saudara ketua panitia pelaksana, Abdul Haris, tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup,” tandasnya.

Putusan ketiga, officer atau orang yang mengatur semua keluar masuk penonton pintu semuanya yang semestinya bertanggung jawab kepada hal yang harus dilaksanakan tapi tidak terlaksana dengan baik.

"Merujuk pada pasal 68 huruf A, junto pasal 19, junto pasal 141 Komdis PSSI, tahun 2018, saudara Suko Sutrisno sebagai petugas keamanan security officer tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup. Itu tiga hal yang kami putuskan oleh Komdis dari hasil investigasi kami di lapangan,” paparnya. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690965651190_1690965670

Seniraga

Piala Dunia Wanita 2023: Mengapa Anda Harus Menontonnya

Mediana.id - Sepak bola adalah olahraga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung banyak pelajaran bisnis yang dapat diterapkan oleh para ceo. Salah satu pertandingan sepak bola yang men
1688785079193_1688785118

Seniraga

Sit Up, Olahraga Ringan di Rumah yang Bisa Mengencangkan Otot Perut

Mediana.id - Olahraga ringan di rumah merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Selain itu, olahraga ringan juga bisa memban
1667035821759_1667035830

Seniraga

Ada FIFA Football for Schools di Indonesia

Siap Belajar – FIFA Football for Schools (F4S) mulai diluncurkan di Indonesia. Program ambisius yang dijalankan FIFA itu untuk berkontribusi pada pendidikan, pengembangan, dan pemberdayaan sekitar
1666602010440_1666602023

Seniraga

Tim U-20 Bakal Ditambah Dua Pemain Naturalisasi

SIAPBELAJAR.COM – Tim U-20 Indonesia bakal diperkuat oleh dua pemain calon naturalisasi, yakni Justin Hubner (FC Ultrecht U-21) dan Ivan Jenner (Wolverhampton U-21). Mereka sudah tiba di Jakarta p
1664949137096_1664949145

Keluarga

Banyak Anak Muda Stres, Hendi Ingatkan Pola Makan dan Olahraga

SIAPBELAJAR.COM - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat. Menurutnya, pekerjaan dan pembangungan dapat berjalan dengan lan