Pendidikan Karakter Wajib Diajarkan di Sekolah Surabaya

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1664978351930_1664978818

Eri Cahyadi di hadapan 883 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

SIAPBELAJAR.COM- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta guru SD dan SMP di Surabaya untuk membentuk karakter siswa melalui pembenahan pola pembelajaran. Eri meminta sekolah SD menerapkan pendidikan karakter setiap hari minimal dua jam. Namun, tanpa mengubah kurikulum yang telah ditetapkan Kemendikbud Ristek.

Eri menyatakan, siswa saat ini mudah jenuh dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, perlu adanya pembenahan kurikulum pengajaran yang tetap berdasarkan pada aturan Kemendikbud Ristek. Utamanya dalam hal jam pelajaran yang harus diberikan dalam satu hari.

“Dihitung benar berapa sehari (jam belajar) yang ditentukan Kemendikbud Ristek. Kalau jam 12.00 WIB sudah terpenuhi, maka selesaikan pembelajaran pada jam 12.00 WIB. Tapi ketika pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB, bentuklah karakter siswa,” kata Eri saat memberikan motivasi kepada 883 guru PPPK jenjang SD dan SMP Negeri di Gedung Convention Hall Kota Surabaya, Selasa (4/10/2022).

Eri mengatakan, kepandaian seorang siswa juga harus diimbangi dengan karakter yang kuat. Maka dari itu, sekolah wajib menyediakan kegiatan yang berlandaskan untuk pembentukan karakter para siswa, seperti melalui kegiatan seni dan keagamaan. 

“Jadikan anak-anak itu memiliki mental baja, agar ketika menghadapi dunia nyata, dia memiliki kemampuan luar biasa. Tujuannya adalah mencerdaskan anak-anak untuk menjadi pemimpin bangsa,” ujarnya.

Eri pun meminta para guru membuat anak didiknya agar bisa lebih menghormati orang tua dan guru. Eri mengaku sedih ketika ada anak didik yang menjadi anak hebat, tetapi lupa pada orang tua ataupun gurunya.

"Padahal salah satu orang tua kita adalah guru. Saya minta para guru mengajarkan anak-anak untuk mencium tangan, itulah yang saya maksud dengan pembentukan karakter,” kata Eri. Eri pun meminta, pembebanan kurikulum ajar bisa mulai pada November 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan para guru tinggal mengubah pola pembelajaran baru yang berfokus pada pembentukan karakter siswa. “Maka kita sebut dengan Sekolah Arek Suroboyo, yakni sekolah yang Aman, Ramah Anak, Kreatif, Edukasi, dan Kegotongroyongan untuk membangunkan karakter siswa,” ujarnya.

Selama dua jam kegiatan pembentukan karakter tersebut, Yusuf meyakinkan, para siswa akan merasa bahagia selama berada di sekolah. Karena sekolah tidak mengubah kurikulum yang telah terbentuk. Hal tersebut merupakan implementasi kurikulum Belajar Merdeka-Merdeka Belajar, yaitu membuat anak - anak merasa senang dan nyaman saat berada di lingkungan sekolah.

“Maka kita harus mengubah pola dengan memberikan jam khusus. Kami tengah menyiapkan dari ekstrakulikuler di setiap sekolah. Kita rombak pola untuk kita efektifkan jam pembelajaran,” kata dia.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776006027224_1776006042

Ekonomi

SIL Festival 2026 Serap 1.200 Tenaga Kerja

Surabaya — Kegiatan Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya berhasil menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan peny
1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1673736447117_1673736329

Saintek

Antisipasi Kepunahan Bahasa Lokal Mendikbudristek Luncurkan Merdeka Belajar Episode 17

SIAPBELAJAR.COM - Bahasa daerah terancam punah karena tidak lagi digunakan oleh para penuturnya serta tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
1673393405128_1673393482

Saintek

Mendikbudristek: Semangat Kampus Merdeka di Sulawesi Utara Luar Biasa

SIAPBELAJAR.COM - Setelah meninjau transformasi pendidikan di Kota Tomohon, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Universitas Neger
1669075330086_1669075408

Saintek

FTBI Bagian dari Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar

SIAPBELAJARCOM - Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah. Festival ini dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah di tingkat kecamatan