FTBI Bagian dari Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1669075330086_1669075408

Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah

SIAPBELAJARCOM - Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah. Festival ini dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah di tingkat kecamatan/ kabupaten/ kota hingga provinsi. Para juara dari masing-masing jenjang akan berlomba ke jenjang berikutnya sesuai dengan mata lomba.

Selain itu,Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) FTBI yang merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Episode-17: Revitalisasi Bahasa Daerah menjadi bukti nyata langkah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menggalakkan pelestarian bahasa daerah khususnya di kalangan generasi muda.

Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Badan Bahasa, Iwa Lukmana dalam sambutannya mengungkapkan bahwa bahasa merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyampaikan cara pikir, merasa, dan berperilaku oleh para penuturnya. Oleh karena itu, semakin banyak bahasa daerah yang diselamatkan maka semakin beragam pula pola pikir yang diselamatkan.

“Para peserta yang merupakan tunas muda diharapkan dapat mengapresiasi bahasa daerah. Cara memuliakan bahasa daerah adalah dengan menggunakannya dalam setiap kemungkingan” tutur Iwa.

Pada kesempatan sama, Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang diwakili oleh Asisten II Setda Maluku Utara Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Sri Hartati Hatari menyampaikan dukungan atas upaya Kemendikbudristek dalam melestarikan bahasa daerah.

“Melalui FTBI dapat dihasilkan tunas-tunas muda bahasa ibu dari berasal dari generasi muda,” ujarnya.

Kegiatan FTBI yang diselenggarakan di Kota Ternate di bulan November 2022 ini bertujuan untuk melakukan pelestarian bahasa daerah melalui pewarisan bahasa ibu kepada tunas-tunas atau generasi muda.

Sri Hartati mengatakan, Kantor Bahasa yang merupakan perpanjangan tangan dari Badan Bahasa menetapkan empat bahasa daerah yang akan direvitalisasi melalui kegiatan FTBI, yaitu bahasa Ternate di Kota Ternate, bahasa Makean Timur di Kabupaten Halmahera Selatan, bahasa Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, dan bahasa Sula di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Tujuannya agar bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya seraya menyampaikan rasa prihatin terhadap bahasa-bahasa daerah di Provinsi Maluku Utara yang berada pada kondisi kritis.

Menurut Sri Hartati, salah satu alasan mengapa bahasa daerah di Maluku Utara mengalami krisis adalah karena terjadi perkawinan campur antarsuku yang berbeda bahasa Ibu. Dengan demikian, bahasa yang digunakan di rumah adalah bahasa Indonesia.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga memberikan apresiasi bagi Pemerintah Kota Ternate yang sudah memberlakukan penggunaan bahasa daerah di sekolah. Hal ini merupakan salah satu cara melestarikan bahasa Ternate. Sri juga berharap kabupaten-kabupaten lain yang ada di Provinsi Maluku Utara dapat melakukan hal yang sama.  

Kegiatan FTBI tahun ini di Ternate melibatkan 120 peserta yang terbagi atas 16 guru pendamping dan 104 siswa sekolah dasar (SD)/sederajat dan sekola menengah pertama (SMP) sederajat dari empat kabupaten/kota, serta para pendukung dari masing-masing sekolah yang berjumlah 87 orang. Turut hadir Asisten II Setda Maluku Utara Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Sri Hartati Hatari; Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muslim Gani; serta Kepala Dinas kebudayaan Kota Ternate, Sarif Hi Sabatun.

Peserta FTBI tingkat Provinsi Maluku Utara akan mengikuti enam jenis perlombaan mengunakan bahasa daerah masing-masing, yakni lomba baca puisi, lomba mendongeng, lomba  tembang tradisi, lomba menulis cerita pendek dalam bahasa daerah, dan lomba lawakan tunggal (stand-up comedy). Peserta akan dinilai oleh delapan juri yang terdiri atas empat juri dari empat bahasa daerah yang direvitalisasi, satu juri dari Kantor Bahasa Maluku Utara, dan tiga juri umum.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1673736447117_1673736329

Saintek

Antisipasi Kepunahan Bahasa Lokal Mendikbudristek Luncurkan Merdeka Belajar Episode 17

SIAPBELAJAR.COM - Bahasa daerah terancam punah karena tidak lagi digunakan oleh para penuturnya serta tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
1673393405128_1673393482

Saintek

Mendikbudristek: Semangat Kampus Merdeka di Sulawesi Utara Luar Biasa

SIAPBELAJAR.COM - Setelah meninjau transformasi pendidikan di Kota Tomohon, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Universitas Neger
1669075330086_1669075408

Saintek

FTBI Bagian dari Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar

SIAPBELAJARCOM - Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah. Festival ini dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah di tingkat kecamatan
1665293764977_1665293785

Saintek

Kemendikbudristek Keluarkan Platform Kebijakan Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM -SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan platform  Rapor Pendidikan sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belaj